Ilustrasi kandang peternak ayam yang masih berproduksi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Ilustrasi kandang peternak ayam yang masih berproduksi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Mustholih)

Dinas Peternakan Jateng Sorot Rantai Perantara Industri Ayam

pangan harga ayam
Mustholih • 27 Juni 2019 15:38
Semarang: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah segera mencari tahu penyebab merosotnya harga ayam ras di tingkat peternak. Tingginya perbedaan harga di tingkat peternak dan penjual membuat rantai perantara harus disorot.
 
"Ada yang tidak pas, kenapa terjadi disparitas (harga) yang lebar banget. Kami akan mencari tahu rantai mana yang menyebabkan terjadi seperti ini," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Lalu M Syafriadi, saat dihubungi Medcom.id, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Dia tidak yakin merosotnya harga di peternak ayam Jateng akibat hukum ekonomi pasokan dan permintaan. Sebab, harga ayam ras di tingkat pedagang masih stabil di kisaran Rp30 ribu per ekor, sementara di tingkat peternak merosot antara Rp6 ribu hingga Rp7 ribu per ekor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya ini ada perantaraa, entah itu broker atau apa. Ini ada apa harga dari peternak sampai pasar anjlok begitu?" ujar Lalu menegaskan.
 
Ayam ras dari ringkat peternak harus melewati beberapa rantai perantara untuk bisa sampai ke tangan pedagang. Peternak harus memotong di Rumah Potong Unggas (RPU). Peternak tidak bisa langsung ke RPU dan harus dibantu perantara atau broker.
 
"Dari RPU ke pasar juga ada perantaranya," ungkap Lalu.
 
Pihaknya akan menyelidiki rantai perantara dan pengaruhnya ke harga ayam di tingkat peternak. Lalu berjanji akan menata kembali pasokan ayam ras mulai dari tingkat peternak. Dia berujar sudah membentuk tim yang bertugas menyisir berapa jumlah para peternak yang belum mengantongi izin usaha.
 
"Kami akan membentuk tim yang akan menyisir hingga ke bawah, untuk mengetahui apakah peternak tersebut berizin atau tidak," terang Lalu.
 
Lalu mengatakan sebenarnya harga ayam ras dari peternak hingga pedagang diatur oleh Kementerian Perdagangan. Namun, ia menilai kasus merosotnya harga ayam ras membuktikan bahwa pasokan daging di Jateng sudah tercukupi.
 
"Dari kasus ini bisa kita lihat bahwa Dinas Peternakan sudah melakukan tugas yang sebetulnya sudah baik banget. Terbukti populasi ayam meningkat luar biasa. Artinya ketersediaan daging sudah cukup, problemnya ada di harga," beber Lalu.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif