Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan pemasukan Rp1 mIliar dari penyewaaan stand dalam PMPS ini. Setidaknya ada sekitar 486 stand yang disediakan Pemkot Yogyakarta untuk disewakan.
Warga yang menyewa stand bebas menjual produk pakaian hingga kuliner di event tahunan ini. Harga sewa setiap stand bervariasi mulai dari Rp3500 - Rp6000 per meter persegi per hari.
Selain itu Pemkot juga menyiapkan ratusan stand gratis untuk instansi pemerintahan serta UMKM bimbingan Pemkot. Stand ini biasa digunakan untuk tempat pameran potensi seluruh Kecamatan dan UMKM di Kota Yogyakarta.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan, saat ini baru sekitar 466 stand yang sudah tersewa. "Kami optimis target itu bisa tercapai. Sekarang dari 466 stand yang tersewa saja kami sudah dapat pemasukan Rp900 juta," kata Haroe saat pembukaan PMPS sekaten, Jumat 10 November 2017.
Heroe berharap kegiatan PMPS ini bisa menjadi pemacu geliat perekonomian di Kota Yogyakarta serta menimbulkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kemakmuran warga Yogyakarta dan sekitar.
Sementara itu Wakil Ketua Panitia PMPS 2017, Sri Harnani, menjelaskan, stand PMPS zona A, B, C dipergunakan untuk stand yang menjual pakaian, kebutuhan rumah tangga, pernak pernik dan kuliner.
Dalam Zon A tersebut terdapat pula area bermain anak dan dewasa. Sementara pada zona D akan diisi dengan anjungan pemerintah, panggung kesenian serta stand UMKM.
PMPS dibuka untuk meramaikan dan menyambut upacara sekaten. Upacara Sekaten biasa dilakukan pada tanggal 5 bulan Jawa Mulud untuk memperingati Maulud Nabi.
Perayaan Sekaten ditandai dengan dikeluarkannya dua set gamelan Jawa keramat Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu dari dalam keraton. Gamelan ini akan dibunyikan tiada henti sampai penutupan upacara Sekaten. penutupan upacara sekaten ditandai dengan prosesi kirab gunungan Grebeg Sekaten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
