Pertama Kali sejak Reformasi, Semarang Deflasi Jelang Idulfitri

Mustholih 06 Juni 2018 23:15 WIB
inflasi deflasi
Pertama Kali sejak Reformasi, Semarang Deflasi Jelang Idulfitri
Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Semarang: Pemerintah Kota Semarang untuk pertama kali sejak Reformasi 1998 berhasil menekan laju inflasi jelang Lebaran Idulfitri. Kenaikan harga yang biasanya terjadi setiap jelang Lebaran, pada tahun ini berhasil ditekan menjadi minus 0,09 persen.

Hal itu terekam dari data Badan Pusat Statistik per Mei 2018. Padahal, Ramadan yang jatuh pada Juni 2016, inflasi di Kota Semarang tercatat mencapai 1,05 persen. Sedangkan, inflasi pada 2017 mencapai 0,37 persen.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menuturkan tren harga-harga di pasaran Kota Semarang jelang Lebaran 2018 justru mengalami penurunan. "Ini berarti masyarakat Kota Semarang untuk pertama kalinya tidak menghadapi kondisi kenaikan harga-harga di bulan Ramadan," kata Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018.


Pasar murah Pemkot Semarang sejak awal Ramadan menjadi salah satu pemberi kontribusi deflasi. "Bazar murah memang konsisten kami selenggarakan untuk dapat menjaga kestabilan harga. Alhamdulillah kalau melihat catatan inflasi BPS, hasilnya sangat positif," ujar Hendrar Prihadi.

Stabilnya harga juga disebabkan oleh berhasilnya kampanye konsumen cerdas untuk warga Kota Semarang. "Pedagang tidak coba-coba untuk menaikkan harga seenaknya, karena pasti tidak akan dibeli," ungkap politikus PDI Perjuangan itu.

Sejumlah komoditi mengalami penurunan harga yang tajam. Misalnya, satu kilogram telur ayam ras per 8 Mei 2018 seharga Rp26 ribu menjadi 2018 turun menjadi Rp21 ribu pada 5 Juni.

 



(SUR)