Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsi sedang melihat furnitur anyaman bambu di JIFFINA 2019. Medcom.id/Patricia Vicka
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsi sedang melihat furnitur anyaman bambu di JIFFINA 2019. Medcom.id/Patricia Vicka (Patricia Vicka)

Kemenperin Gandeng Unicorn Majukan IKM Furnitur

furnitur industri furniture
Patricia Vicka • 13 Maret 2019 20:08
Yogyakarta: Kementerian Perindustrian menggandeng dua marketplace unicorn untuk meningkatkan penjualan produk Industri Kecil Menengah (IKM) di bidang furnitur dan kerajinan lokal. Dua unicorn yang digandeng adalah Tokopedia dan Bukalapak.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, Kemenperin turut menggandeng sejumlah marketplace lain untuk pemasaran furnitur hasil buatan IKM.
 
"Kami gandeng marketplace seperti shopee, blibli.com, Google dan juga perusahaan gojek," ujar Gati usai membuka acara Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia(JIFFINA) 2019 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul DIY, Rabu 13 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IKM perlu difasilitasi untuk memasarkan produk mereka secara daring karena Indonesia mulai memasuki era industri 4.0.
 
Pemerintah turut membantu pelaku IKM untuk memasarkan produknya melalui offline. Salah satunya dengan mengadakan ekspo atau pameran. Pemasaran langsung masih menjadi fokus utama sebab konsumen furnitur lebih suka melihat langsung bentuk barang sebelum dibeli.
 
"Khusus furnitur dan kerajinan, orang lebih puas lihat langsung  Karena mereka bisa lihat detail, dan desain barang serta bisa mencobanya,"kata dia.
 
Berdasarkan data dari Kemenperin, jumlah IKM furnitur di 2016 mencapai 21.643 buah yang terdiri dari 20.699 industri kecil dan 944 industri menengah. Pameran JIFFINA 2019 berlangsung selama 13-16 Maret 2019. Acara ini diikuti ratusan pelaku IKM furnitur dan kerajinan tangan Indonesia
 
Salah satu pengusaha peserta acara, Suryadi, mengaku belum tertarik menggunakan pemasaran  online maupun marketplace. Pria yang memiliki usaha pembuatan tas, alat-alat rumah tangga dari anyaman bambu ini masih mengandalkan pemasaran offline untuk menjual produk- produknya.  
 
"Saya memamerkan produk di showroom saya. Juga ikut pameran pameran furnitur,"kata dia.
 
Ia merasa pemasaran online sedikit sulit diterapkan untuk produk miliknya. Sebab, ia tidak bisa menjanjikan ketepatan dan kecepatan waktu produksi.
 
"Untuk membuat produk anyaman bambu ini prosesnyanya bisa lebih dari tiga hari. Kalau pemesanan via online dituntut untuk cepat. Ini yang bikin saya kesulitan," kata dia.
 
Namun ia tengah memikirkan cara agar ke depannya usahanya bisa dipasarkan secara online dan menggunakan marketplace.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif