Investasi Jateng Naik, Serapan Tenaga Kerja Turun

Budi Arista Romadhoni 22 November 2018 17:45 WIB
tenaga kerjainvestasi
Investasi Jateng Naik, Serapan Tenaga Kerja Turun
epala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Prasetyo Aribowo di Room In Hotel, Semarang, Kamis 22 November 2018. Medcom.id/Budi Arista R
Semarang: Penyerapan investasi proyek di Jateng tembus di angka 2.583 jenis proyek memasuki akhir 2018. Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 936 proyek dan 1.647 proyek dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Prasetyo Aribowo mengungkapkan, jumlah proyek itu meningkat jika dibandingkan dengan 2017 yang hanya mencatat total 1.940 proyek. Namun, peningkatan 33,14 persen tersebut tidak diiringi dengan serapan tenaga kerja.

"Meski jumlah proyek meningkat, jumlah serapan tenaga kerja justru merosot. Jika 2017 lalu ada 98.883 tenaga kerja yang diserap, tahun ini turun menjadi 84.447 tenaga kerja (turun 14,5 persen)," katanya di Room In Hotel Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 22 November 2018.


Merosotnya jumlah tenaga kerja terjadi di industri PMA. Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) turun dari 67.395 menjadi 42.690 kemudian tenaga kerja asing (TKA) juga menurun dari 509 menjadi 403.

"Serapan tenaga kerja meningkat cukup signifikan di proyek PMDA. Tahun lalu, ada 30.928 TKI dan 51 TKA yang diserap proyek PMDA. Tahun ini meningkat menjadi 40.982 TKI dan 362 TKA," terangnya.

Krisis tenaga kerja terjadi di industri tekstil di Kabupaten Boyolali. Kemudian di beberapa industri padat karya di beberapa wilayah lain juga terjadi.

"Soal krisis suplai tenaga kerja ini akan kami komunikasikan dengan dinas tenaga kerja dan dinas pendidikan tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ini harus segera direspons," jelasnya.  

Dia berharap ada sistem khusus yang bisa mendukung link and match (ketercocokan) antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja. Dengan begitu, SMK dan pelatihan tenaga kerja di Jateng bisa menyuplai kebutuhan industri.

"Apalagi sebentar lagi ada kawasan industri baru di Kota Semarang. Letaknya bersebelahan dengan KIW (Kawasan Industri Wijayakusuma) di Tugu. Sekarang sedang proses pengurusan Amdal. Rencana 2019 baru dibangun. Kawasan Industri Kendal juga mau diperluas," bebernya.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id