Talk show bertema 'The Future is Here' di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu, 6 April 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Talk show bertema 'The Future is Here' di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu, 6 April 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Generasi Muda Tak Boleh Minder di Ekonomi Kreatif

ekonomi kreatif
Ahmad Mustaqim • 07 April 2019 13:35
Yogyakarta: Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kenterian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid meminta generasi muda tak minder atau merasa inferior dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Perkembangan dunia digital akan tetap memberikan peluang besar bangsa Indonesia dalam bertarung pada revolusi industri 4.0.
 
"Ini waktunya kita membalik keadaan. Syaratnya (bisa berkembang) harus mampu mengatasi inferioritas (rasa minder) dari bangsa lain," ujar Hilmar dalam acara Talk show bertema 'The Future is Here' di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu, 6 April 2019.
 
Kemendikbud menyiapkan dukungan bagi pelaku industri kreatif dengan fasilitas dana abadi kebudayaan. Bahkan, dana abadi ini bisa diakses bagi para pegiat seni budaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dana abadi ini hibah. Untuk awal ada sekitar Rp5 triliun," kata dia.
 
Ia mengatakan, ekonomi tak hanya berpikir seperti melakukan penambahan sumber daya alam yang bisa merusak lingkungan. Ia mencontohkan bagaimana novel 'Laskar Pelangi' karya Andrea Hirata bisa berdampak pada perekonomian rakyat Belitong yang jadi latar novel tersebut.
 
Novel tersebut bisa mengatrol perekonomian masyarakat di Belitong hingga 400 persen selama empat tahun belakangan, termasuk lewat sektor pariwisata. Kemendikbud juga memfasilitasi pelaku ekonomi dengan sejumlah agenda.
 
Salah satunya menggelar kemah budaya di kawasan Candi Prambanan Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Juli 2019. Acara tersebut akan membahas kendala dan peluang dunia ekonomi kreatif yang dijalani generasi muda.
 
"Optimisme harus datang dari diri kita. Orang yang paling berhasil adalah yang paling ulet," katanya.
 
Seniman dan pebisnis Nicta Gina mengungkapkan, dirinya selalu memakai tema budaya Indonesia dalam berbisnis. Sejumlah produk yang ia pasarkan salah satunya berasal dari Aceh.
 
"Kebetulan kan saya dari Aceh. Saya jual hijab dari Aceh. Bangga jadi bangsa Indonesia. Banyak budaya. Dari ujung ke ujung budayanya beda," ungkapnya.
 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif