Dimitri Rubiyanto bersama motor dengan teknologi Tilting Three Wheel ciptaannya, di R.Win Development, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jateng. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Dimitri Rubiyanto bersama motor dengan teknologi Tilting Three Wheel ciptaannya, di R.Win Development, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jateng. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati) (Pythag Kurniati)

Pria Ini Modifikasi Motor Difabel Senyaman Motor Pabrikan

penyandang disabilitas
Pythag Kurniati • 01 Februari 2016 14:19
medcom.id, Karanganyar: Prihatin pada keterbatasan kaum difabel, Dimitri Rubiyanto, memodifikasi sepeda motor yang nyaman untuk para tunadaksa. Tak sekadar menambah roda, sepeda motor rancangannya mampu menyesuaikan manuver penyandang disabilitas.
 
“Kalau motor roda tiga yang biasa, manusia yang menyesuaikan gerakan kendaraan. Sedang yang kami kembangkan, motor menyesuaikan manusia," ujar pria kelahiran Blora, 8 Oktober 1958 membuka cerita, saat ditemui di bengkelnya, di kawasan Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (1/2/2016).
 
Itu yang membedakan kreasinya dengan kebanyakan modifikasi sepeda motor difabel. Biasanya, kendaraan untuk difabel hanya dijadikan dua roda di belakang, dan satu roda di depan. Tanpa pertimbangan kestabilan serta keselamatan pengendaranya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kondisi seperti itu, sepeda motor sangat mudah oleng ketika menghantam lubang. Atau, lebih fatal, kendaraan terbalik saat melibas tikungan.
 
Tetapi, dengan teknologi ciptaannya, posisi sepeda motor bisa miring layaknya motor dua roda berbelok. "Jadi lebih nyaman digunakan. Teknologi ini saya namakan Tilting Three Wheel,” imbuh pemilik R.Win Development.
 
Pemilik sapaan Rubi memasang dua roda di depan. Bukan belakang, seperti kebanyakan modifikasi sepeda motor difabel. Namun, dia menambahkan rangka.
 
Di bagian kanan-kirinya dipasang double wishbone untuk pengendali kemudi. Kedua double wishbone tersebut bekerja secara independen meski terhubung. Inilah yang membuat gerakan motor bisa fleksibel mengikuti gerakan pengendara.
 
Selain itu, roda depan juga dilengkapi peredam kejut untuk mengurangi getaran saat berada di jalan bergelombang. Sistem keamanannya dilengkapi dengan hydraulyc tilting lock sehingga penyangdang difabel dimungkinkan berhenti tegak tanpa disangga kaki.
 
"Modifikasi ini saya mulai tahun 2005. Saya membandingkan dengan alat transportasi khusus difabel di luar negeri," ujar bapak tiga anak yang pernah kerja di Opel AG, Swiss itu.
 
Rubi mengkonversi sepeda motor rantai maupun matic. Lulusan Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) itu kini punya tiga karyawan. Dalam sebulan, dia bisa memodifikasi empat sepeda motor. Atau, rata-rata satu minggu satu motor.
 
Paket pembuatan dan pemasangan Tilting Three Wheel dibanderol mulai Rp7-9 juta. Pemesannya tersebar di beberapa daerah seperti Merauke, Medan, Denpasar dan Jabodetabek.
 
"Motornya dibawa ke sini, kita pasang roda," tutup pemilik nama asli Rubiyanto Hadi Pramono itu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif