NEWSTICKER
Foto ilustrasi. (MI/Abdus Syukur)
Foto ilustrasi. (MI/Abdus Syukur) (Ahmad Mustaqim)

Distribusi Pupuk Bersubsidi di Yogya Diklaim Aman

pupuk subsidi
Ahmad Mustaqim • 27 Januari 2016 12:13
medcom.id, Yogyakarta: Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan tidak ada keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi tahun 2016. Selain aturan Peraturan Gubernur sudah terbit, Peraturan Bupati di empat kabupaten, yakni Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo, juga sudah mengikuti.
 
"Aturan untuk empat kabupaten sudah (terbit)," kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian DIY, Djarot Margiantoro, Rabu (27/1/2016). 
 
Detail rincian pupuk subsidi tak ada perubahan dari draf yang ia peroleh sebelumnya. Rincian pembagian pupuk bersubsidi per kabupaten yakni Kabupaten Kulon Progo: Urea (5.400 ton), SP36 (1.043 ton), ZA (3.053 ton), NPK (6.908 ton), Organik (3.673 ton).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk Kabupaten Bantul, Urea (11.170 ton), SP36 (1.130 ton), ZA (2.792 ton), NPK (6.634 ton), dan Organik (3.468 ton). Sementara, Kabupaten Gunungkidul, Urea (11.980 ton), SP36 (862 ton), ZA (958 ton), NPK (5.034 ton), dan Organik (1.480 ton).
 
Terakhir, alokasi di Kabupaten Sleman, Urea (12.735 ton), SP36 (626 ton), ZA (2.938 ton), NPK (5.665 ton), dan Organik (4.234 ton).
 
Namun, distribusi alokasi pupuk bersubsidi 2016 di wilayah Kota Yogyakarta masih tersendat. Pasalnya, wali kota sebagai kepala wilayah belum menerbitkan dasar hukumnya. "Sementara kota menunggu Perwal (peraturan wali kota)," ujarnya.
 
Rincian alokasi pupuk di Kota Yogyakarta pun sesuai rancangan, yakni Urea (25 ton), SP36 (9 ton), ZA (9 ton), NPK (9 ton), dan Organik (35 ton). Apabila Perwal belum terbit dan waktu penyaluran sudah saatnya, kata dia, maka dapat menggunakan sisa alokasi pupuk tahun sebelumnya. Ia Perwal dapat segera terbit.
 
Djarot mengklaim, alokasi pupuk bersubsidi 92.850 ton akan mencukupi kebutuhan petani di tahun 2016. Namun, lantaran pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang tergabung kelompok tani, ia berharap pengurus memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 2016 dengan baik.
 
"Kami menjamin kebutuhan pupuk tidak ada masalah," katanya.
 

(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif