Petani bawang, Sucipto, 40, warga Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari mengatakan, harga benih bawang merah di Brebes meningkat tajam. Biasanya, benih dijual dengan harga Rp25-30 ribu per kilogram. Kini, mencapai Rp35-40 ribu per kilogram. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.
“Tidak hanya naik, tapi susah mendapatkannya,” kata Sucipto yang juga pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Uman Jaya Desa Jagalempeni, Selasa (26/4/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sucipto menjelaskan, saat ini sebagian petani beralih cocok tanam ke palawija, yakni kedelai. Hal itu karena bibit mahal dan susah mendapatkannya.
Padahal, lanjut Sucipto, awalnya petani berharap dari hasil panen padi bisa untuk membeli bibit. Tapi, padi yang dipanen belok atau tidak berisi sehingga petani merugi.
Sementara bibit bawang merah yang sudah distok terpaksa dijual karena harga tengah tinggi. "Akhirnya, mereka kesulitan untuk menanam bawang merah. Karena tidak punya bibit, dan mau beli harganya mahal. Sehingga memilih menanam kedelai," katanya.
Hal sama dikatakan Sugito, 52. Ia mengaku kesulitan mencari benih bawang merah. Saat panen, dia tidak menyisakan bawang untuk benih. Dia menjual semua bawang karena harganya saat itu sedang naik tinggi.
“Saya mencari (benih bawang merah) di mana-mana susah. Harganya juga naik tinggi sampai Rp45 ribu,” kata petani asal Desa Wangandalem, Brebes ini.
Sementara Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari mengatakan, meski harga benih meroket, sebagian besar petani tidak khawatir. Itu karena hampir setiap petani mempunyai stok benih.
“Namun ada sebagian petani yang kelimpungan karena kenaikan benih ini. Mereka adalah petani yang menjual semua hasil panen, sehingga ketika musim tanam tiba, mereka tidak mempunyai persediaan benih," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
