Pengunjung melihat pertanian bawang merah di Hari Pangan Sedunia ke-36 di Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (28/10/2016). Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Pengunjung melihat pertanian bawang merah di Hari Pangan Sedunia ke-36 di Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (28/10/2016). Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho (Pythag Kurniati)

Teknologi Pertanian, Kunci Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

pangan
Pythag Kurniati • 28 Oktober 2016 17:12
medcom.id, Boyolali: Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman yakin pada 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Optimisme tersebut ia ungkapkan saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia ke-36 Tahun 2016 di Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 28 Oktober 2016.
 
“Indonesia, 30 tahun ke depan, bisa menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran Sulaiman. Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam luar biasa serta potensi dalam bidang pangan.
 
Mengawali mimpi sebagai lumbung pangan dunia, Amran mengungkapkan sejak kini pembenahan harus dilakukan. “Secara paralel regulasi kita perbaiki, infrastruktur kita perbaiki, kita atur rantai pasok yang terlalu panjang, dan ekspor impor kita kendalikan. Sedangkan produksi, terus akan kita dorong,” urai Amran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Amran menekankan, teknologi dan pertanian modern harus dikedepankan untuk meningkatkan produksi. 
 
“Pertanian ke depan harus dilihat dengan teknologi mulai dari alsintan (alat dan mesin pertanian) sampai benih. Ada potensi benih untuk jagung dua tongkol. Yang biasa produksi 5 ton jadi 10 ton. Ada lagi semen beku, yang biasanya sapi lokal umur 2 tahun beratnya hanya 250 kilogram sekarang kurang lebih 1 ton umur 2 tahun. Ini teknologi-teknologi baru. Tanpa teknologi nggak mungkin pertanian bisa maju,” kata Mentan.
 
Selain itu, imbuhnya, saat ini telah dibangun lumbung-lumbung pangan di perbatasan Indonesia. Lumbung pangan tersebut antara lain berada di Entikong, NTT, Kepri, dan Merauke. 
 
“Lumbung pangan tersebut tidak hanya bisa menangkal selundupan dari luar. Namun, kita dorong untuk mengekspor ke negara-negara yang berbatasan, misalnya Singapura dan Malaysia,” kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif