Koordinator pengelola SPBU di Kabupaten Jepara, Winarso menyampaikan, 21 SPBU sudah mengurangi nozzle Premium. Alasannya, permintaan Premium mulai turun. Jika biasanya dalam sepekan setiap SPBU mampu menjual 16 ribu liter Premium, kini cuma 8 ribu liter.
“Rata-rata setiap SPBU tinggal mengoperasikan dua nozzle. Pertamax dan Pertalite ditambah,” kata Winarso, Senin (19/9/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pengurangan pompa Premium, kata dia, juga dalam rangka mensosialisasikan program Pertamina, Premium Dry. Program ini, direncanakan dimulai di Jepara pada Oktober.
“Besok, perwakilan SPBU baru akan menghadap pemkab, berkait program Premium Dry. Kalau disetuji, mulai Oktober SPBU tidak melayani penjualan Premium dalam jumlah besar dengan jeriken,” terang Winarso saat ditemui di SPBU Bulu, Jepara Kota.
Pembatasan pembelian Premium dalam jumlah besar, Winarso melanjutkan, bagian dari usaha Pertamina untuk mengajak masyarakat pengguna Premium beralih ke Pertamax dan Pertalite.
“Kalau memang nantinya ada kebijakan dari Pertamina SPBU tidak menjual Premium, diharapkan masyarakat sudah siap,” ujar Winarso.
Saat ini, konsumsi Pertamax setiap pekan di setiap SPBU di Jepara rata-rata mencapai 24 ribu liter. Sementara, konsumsi Pertalite mencapai 16 ribu liter setiap pekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
