Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara Isnan Haryoko menyampaikan, sampai akhir 2015, jumlah kartu BBM Nelayan yang sudah tercetak lebih lurang 800. Sementara, jumlah perahu nelayan yang didaftarkan memperoleh kartu BBM Nelayan sebanyak 3.514.
“Dari akhir 2014 sampai akhir tahun 2015, jumlah kartu yang sudah tercetak baru berkisar 800-an dan sampai sekarang jumlah kartu yang sudah tercetak juga tidak bertambah,” ujar Isnan, Rabu (15/6/2016).
Isnan melanjutkan, kartu BBM Nelayan akan dibagikan pada nelayan jika sudah selesai dicetak sesuai dengan jumlah pengajuan penerima. Selain menunggu rampung dicetak semua, di dalam kartu tersebut tercantum kuota BBM untuk masing-masing kapal.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Nantinya, kuota BBM untuk setiap kapal berbeda-beda, bergantung gross tonnage (GT) masing-masing kapal. Kartu itu juga sebagai bagian dari sistem informasi layanan BBM bersubsidi untuk nelayan (SIMINA).
“Saat ini kartu belum dibagikan sama sekali. Saat kami cek, ternyata juga belum terdeteksi berapa kuota BBM,” tegas Isnan.
Isnan melanjutkan, kendala lainnya adalah berkait kesiapan dan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang ada di Jepara. Saat ini, jumlah SPBN di Jepara baru ada empat. Sementara panjang garis pantai mencapai 85 kilometer.
Empat SPBN itu tersebar di wilayah Jepara selatan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, di tengah di Ujungbatu Kecamatan Jepara Kota. Sementara di wilayah Jepara utara di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo dan di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
