Petugas karantina Bandara Soekarno-Hatta memeriksa daging sapi beku yang diimpor pemerintah pada 2013 silam. (Media Indonesia/Panca Syurkani)
Petugas karantina Bandara Soekarno-Hatta memeriksa daging sapi beku yang diimpor pemerintah pada 2013 silam. (Media Indonesia/Panca Syurkani) (Patricia Vicka)

Daging Sapi Impor Kurang Diminati Warga Yogya

harga daging
Patricia Vicka • 07 Juni 2016 10:19
medcom.id, Yogyakarta: Daging sapi beku impor dirasa kurang tepat untuk warga Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah setempat yakin masyarakat lebih menyukai daging sapi segar ketimbang beku.
 
"Pantauan kami tahun lalu daging sapi impor beku di toko modern enggak laku. Padahal dijual sekitar Rp70 ribu-Rp80 ribu per kilogram (kg). Masyarakat lebih suka beli daging sapi segar yang dihargai Rp100 ribu-Rp110.000/kg," ujarnya di Yogyakarta, Selasa (7/6/2016).
 
Selama ini persediaan stok daging sapi di Yogyakarta melebihi kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan, dalam setahun, ada 55 ribu ekor sapi dipotong di Yogyakarta. Sementara kebutuhan rata-rata 36 ribu ekor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yogyakarta malah kelebihan stok sapi potong setiap tahun. Sehari ada 300 ekor sapi yang siap dipotong di Yogyakarta. Akhirnya, kami kirim sekitar 10 ribu ekor sapi keluar Yogyakarta," jelasnya.
 
Ia menyarankan pemerintah untuk mengimpor sapi potong ketimbang daging sapi. Namun, ia tak menolak jika daging sapi impor masuk ke Yogyakarta. "Biarlah pasar yang memilih. Nanti setelah beberapa bulan daging sapi impor masuk, akan kami evaluasi lagi," pungkasnya.
 
Keran impor daging beku dibuka pemerintah untuk menekan harga daging sapi yang saat ini berkisar Rp110.000-130.000/kg. Kuota yang diberikan pemerintah ke BUMN dan BUMD serta swasta sebanyak 27.400 ton. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif