Petani bawang asal Desa Kelapa Sawit, Kabupaten Brebes, Suwarsono, mengatakan, penurunan drastis terjadi kurang dari sepekan. Bawang merah kualitas super dari semula Rp17 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.
“Harga Rp10 ribu, itu bawang merah ukuran besar. Kecil, Rp6 ribu. Turun sejak tiga hari lalu. Sebelumnya, sampai Rp17 ribu. Faktornya karena bawang ilegal,” ujarnya, Rabu (1/6/2016).
Suwasono mengaku, rugi cukup besar akibat turunnya harga bawang merah. Pasalnya, harga bibit dan biaya operasional saat menanam cukup tinggi. Bibit bawang siap tanam saat itu harganya mencapai Rp5,5 juta per kuintal.
Kerugian juga dialami para pedagang. Penyebabnya, mereka membeli di petani saat harga tinggi dan dijual dengan harga rendah.
"Bila perlu pemerintah menstabilkan harga. Sekarang harga bawang merah di Jakarta Rp10 ribu/kg, sementara di Medan Rp22 ribu/kg. Kalau yang kecil tidak laku. Harga turun mulai seminggu lalu,” kata pedagang bawang merah, Sukiman.
Petani berharap pemerintah menghentikan masuknya bawang impor karena mematikan harga pasaran produk lokal. Saat ini, bawang impor asal Myanmar sudah masuk di beberapa pasar melalui Medan dan Surabaya.
“Saya lihat di TV harga bawang dari Myanmar Rp18 ribu per kg,” ujar pedagang lainnya, Ruswad.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
