Kepala Kantor Perwakilan BI Solo Bandoe Widiarto menyebutkan jumlah itu terbilang banyak. Jumlah tersebut menunjukkan animo masyarakat menyambut kemunculan uang baru.
Bukan hanya Kota Solo, penukaran uang pun dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Penukaran dilakukan di Kantor Bank Indonesia Solo dan kas keliling.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
.jpg)
(Bentuk uang rupiah desain baru ditukar di BI Jatim, MTVN - Amaluddin)
"Jumlah itu banyak," kata Bandoe di Kantor BI Perwakilan Solo, Jumat (6/1/2017).
Bandoe mengatakan penukaran uang dibatasi. Setiap warga hanya bisa menukarkan uang Rp200 ribu. Tujuannya, memeratakan semua pecahan dan jumlah uang yang masih terbatas.
Masyarakat Cerdas
Bandoe menilai animo tinggi menandakan masyarakat sudah cerdas menanggapi berbagai isu terkait penerbitan uang baru. Misalnya palu arit pada uang yang melambangkan Partai Komunis.
Baca: Rizieq Dibidik atas Dugaan Penghasutan pada Kasus Uang Baru
Bandoe menegaskan gambar dituding simbol politik itu tidak benar. Gambar itu adalah rectroverso yang membentuk lambang Bank Indonesia.
.jpg)
(Tampilan tujuh uang kertas desain baru rupiah tahun emisi 2016, MTVN)
Laras, warga Solo, mengaku tak terpengaruh dengan kabar yang beredar soal uang baru. Ia tetap menukarkan uang di kas keliling BI.
"Nyatanya saya tetap menukarkan Rp 200 ribu dan mendapat beberapa pecahan uang baru,” pungkas Laras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
