Niat mematenkan karya ini dilakukan Fajar karena banyak peminat dari negara lain. “Beberapa negara pernah memesan lampu batik ini seperti Jepang, Jerman, Kanada, dan India. Sempat ada ketakutan ide karya ini dicuri,” tutur pria kelahiran Solo, 2 Februari 1986 itu.
(Baca: Cantik, Lampu Hias Berukir Batik Khas Solo)
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Lampu berhias motif batik ini pernah masuk empat besar produk kreatif se-Indonesia dalam ajang Indonesia WOW yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM. Ajang itu diikuti 500 UKM se-Indonesia. "Melalui Kementerian Koperasi pula saya meminta bantuan mematenkan karya ini," kata dia.
Memperingati hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Fajar berharap batik menjadi identitas Indonesia di luar negeri. "Pemerintah harus memudahkan hak paten karya-karya batik Indonesia sehingga batik kita bisa merajai pasar lokal dan internasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
