Satu di antaranya New Atlas Taksi yang meluncurkan aplikasi online pada Selasa 5 April. Pengusaha Atlas Taksi Group, Tutuk Kurniawan, mengatakan aplikasi dapat diakses melalui Google Play.
Tutuk mengakui perkembangan teknologi. Lantaran itu ia membenahi sistem usahanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kami harus berinovasi agar tak tergerus teknologi. Tidak mau juga termakan oleh usaha transportasi online lainnya," kata Tutuk di Semarang.
Tutuk mengatakan 120 armada siap melayani panggilan dari konsumen secara online. Sementara sisanya, 230 armada, masih dalam tahap pengalihan sistem.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Semarang, Agoes Harmunanto, mengakui tantangan inovasi transportasi searah perkembangan teknologi. Persaingannya pun harus sehat.
"Ya mau tidak mau harus berinovasi," kata Agoes.
Agoes mengatakan tujuh perusahaan taksi beroperasi di Semarang. Beberapa di antaranya sudah menjalankan sistem online.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
