Saat ini, perahu dari Brebes hanya dibatasi masuk empat unit ke pelabuhan Kota Tegal setiap harinya. Namun, jika pengembangan pelabuhan terealisasi maka banyak perahu dari Brebes yang masuk ke pelabuhan Kota Tegal.
“Bisa 300 hingga 400 kapal yang nantinya bisa masuk (ke Pelabuhan Tegal). Otomatis restribusinya masuk ke pemerintah Kota Tegal,” ujar Rudi, Jumat (18/12/2015).
Rudi menjelaskan, pemerintah daerah selama ini menerima retribusi 3 persen dari setiap hasil penjualan ikan (raman). Sedangkan setiap lelang ikan, raman satu kapal yang telah berlayar selama dua bulan lamanya atau satu trip rata-rata mencapai Rp1 miliar.
“Jadi, bisa dihitung kalau 300 kapal Brebes masuk ke sana. Namun demikian, nelayan tetap diuntungkan dengan kehadiran pelabuhan Kota Tegal yang akan dikembangkan,” kata dia.
Pemerintah Kota Tegal berencana mengembangkan pelabuhan kota bersamaan dengan pembangunan kampung deret nelayan, di Pulau Tirang, sebelah barat Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Tegal. Proyek percontohan kampung nelayan itu melibatkan akademisi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan suntikan dana tanggung jawab sosial salah satu BUMN.
Kampung nelayan di Pulau Tirang dibangun di lahan pemkot seluas 35 hektare dan pembangunan rusun nelayan di Tegalsari seluas 13.581 meter persegi. Rencana pembangunan sudah mulai memasuki tahap pembuatan Detail Engineering Design (DED). Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan menggarap pembangunan fisik sudah melakukan survei lokasi untuk membuat gambar kerja detail.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
