Pedagang daging ayam di Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sumiarsih 48, mengatakan, harga meningkat signifikan dari harga semula Rp35 ribu/kg. Kenaikan harga itu terjadi sejak sehari sebelum Lebaran hari ini, Selasa (12/7/2016).
"Harga daging ayam naik drastis karena banyak yang mencari tapi stok daging sedikit. Pedagang dan tukang potong libur sebelum dan sesudah Lebaran," ujarnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia mengaku omzet penjualan justru meningkat drastis walaupun harga daging ayam mahal. Pada H-1 Lebaran jumlah penjualannya mencapai satu kuintal lebih.
"Padahal, hari-hari sebelumnya penjualan paling banyak dalam sehari hanya 70 kilogram. Alhamdulillah berkah buat pedagang," terang wanita berkerudung ini.
Kenaikan omzet juga dialamai Suti, penjual ayam di Pasar Colombo, Sleman. Walau harga daging ayam Rp40 ribu/kg, ia masih mampu menjual hingga 120 kg/hari. Padahal, di hari biasa, penjualannya hanya berkisar 50-70 kg. "Harga naik sudah dari seminggu lalu. Mungkin baru turun seminggu lagi," kata Suti.
Berbanding terbalik, sepekan setelah Lebaran, penjualan dan omzet pedagang daging sapi telah turun. Harga jual daging sapi lokal sejak hari kedua Lebaran, turun dari Rp130 ribu menjadi Rp115 ribu/kg.
Meski begitu, pedagang sempat mengalami lonjakan omzet pada satu hari jelang lebaran. "saya bisa menjual sampai satu kuintal lebih. Padahal, di hari biasa hanya jual 25 kg," ujar Rusidi, 48, salah satu pedagang daging sapi lokal di Pasar Sambilegi.
Selain daging ayam dan sapi, harga sebagian bahan pokok juga terpantau masih tinggi. Misalnya, harga bawang merah yang masih berada di angka Rp36 ribu/kg dari sebelumnya yaitu Rp40 ribu/kg. Selain itu, harga cabai yang sebelum Lebaran naik menjadi Rp50 ribu/kg, kini sudah turun menjadi Rp20 ribu.
"Sedangkan harga bahan pokok lain terhitung stabil", pungkas Rubinem salah seorang pedagang sayur mayur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
