Mentan Amran Sulaiman dan Presiden Jokowi saat mengunjungi area persawahan di Sonorejo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/2015). Foto: Staf Khusus Presiden/AA Dwipayana
Mentan Amran Sulaiman dan Presiden Jokowi saat mengunjungi area persawahan di Sonorejo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/2015). Foto: Staf Khusus Presiden/AA Dwipayana (Pythag Kurniati)

Ribuan Pengawas Diturunkan Amati Perkembangan Varietas Padi IPB

pertanian berita kementan
Pythag Kurniati • 03 Oktober 2015 14:52
medcom.id, Sukoharjo: Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan membentuk tim pengawas lapangan terhadap pengembangan varietas padi IPB 3S dan pola tanam baru secara 3 in 1 menggunakan BeKa (Dekomposer) dan pupuk hayati Pomi. Pernyataan tersebut mengemuka dalam kunjungannya di area persawahan Sonorejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
 
“Nanti perkembangannya tetap kita awasi. Lebih dari delapan ribu yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan penyuluh pertanian yang akan terjun ke lapangan,” kata Amran, Sabtu (3/10/2015).
 
Mentan akan mengembangkan varietas padi IPB 3S di Indonesia. Varietas ini diprakarsai oleh IPB. Pasalnya, padi dengan varietas ini produktivitasnya jauh lebih tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mentan juga mengungkapkan, dalam kunjungannya ke Karawang, Jawa Barat, produktivitas padi IPB 3S mencapai 9,4 ton gabah per hektare tanaman padi. Angka tersebut di atas rata-rata produktivitas di Jawa Barat, yakni 6,12 ton per hektare.
 
“Jumlahnya hampir mencapai 10 ton. Ke depan kita menargetkan bagaimana padi 1 hektare bisa menghasilkan hingga 13 ton,” kata dia.
 
Sementara di Sonorejo, Mentan menuturkan, dengan metode 3 in 1 menggunakan decomposer BeKa dan pupuk hayati Pomi, produktivitas padi naik sekitar 3 ton per hektare. “Kalau tanpa perlakuan baru ini 1 hektare hanya menghasilkan 8 ton tapi kemudian sekarang bisa mencapai 10 ton bahkan lebih,” tuturnya.
 
Dengan pengembangan padi IPB 3S dan penggunaan teknologi 3 in 1, Mentan optimistis swasembada Pajale (padi, jagung, dan kedelai) akan terpenuhi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif