medcom.id, Pemalang: Harga cabai di pasar Pemalang, Jawa Tengah, sedang tinggi. Namun ternyata tidak dinikmati petani cabai setempat. Lantarannya, cuaca buruk dan serangan hama menyebabkan para petani gagal panen.
“Petani merasa tidak diuntungkan dengan kenaikan harga ini, justru petani merugi karena tanaman cabai banyak yang membusuk,” kata Sutrisno, 35, petani cabai di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Selasa (15/3/2106).
Para petani cabai di lereng Gunung Slamet ini gagal panen akibat cuaca buruk dan serangan hama. Hasil panen tidak dapat maksimal. Meskipun saat ini harga cabai menembus Rp50 ribu/kilogram, namun mereka tidak merasakan keuntungan.
Menurut Sutrisno, hasil penjualan cabai dalam satu hektar lahan tidak dapat mengembalikan modal yang telah ia keluarkan. Biaya tanam 1 ha mencapai Rp100 juta lebih dengan jumlah tanaman sebanyak 20 ribu pohon. Tapi hasil penjualan cabai hanya sekitar Rp50 juta/ha.
Dalam kondisi normal, 1 hektar lahan biasanya menghasilkan sekitar 20 ton cabai. Namun dengan kondisi saat ini hanya sekitar 1-3 ton/ha. Untuk meminimalisir kerugian, banyak petani terpaksa panen dini.
Saat ini, harga cabai merah di tingkat petani mencapai Rp30 ribu/kg, cabai merah kriting Rp40 ribu/kg sedangkan cabai rawit Rp25 ribu/kg. “Tapi karena gagal panen, saya tetap rugi sekitar 40 persen karena modal tidak bisa kembali,” ungkap Sutrisno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
