Gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo- Taj Yasin seusai pelantikan di Istana Negara. MI
Gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo- Taj Yasin seusai pelantikan di Istana Negara. MI (Mustholih)

Jokowi Minta Ganjar-Gus Yasin Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

pilkada serentak pilkada 2018
Mustholih • 05 September 2018 14:55
Semarang: Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen, resmi dilantik sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018 di Istana Negara. Presiden Joko Widodo meminta Ganjar-Gus Yasin terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Jateng.
 
Ganjar menyatakan siap menjalankan amanat Jokowi itu selama lima tahun memimpin Jawa Tengah ke depan. Ada tiga aspek yang akan dijalankan untuk mengatrol pertumbuhan ekonomi di Jateng. 
 
"Pertama, mereka dipastikan butuh pengetahuan dan keterampilan, kedua butuh akses modal, ketiga butuh pendampingan," kata Ganjar yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, dalam siaran pers, Semarang, Rabu, 5 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ganjar, membangun pertumbuhan ekonomi di Jateng harus berbasis kearifan lokal yang dipadu dengan perkembangan teknologi. Tujuannya, agar produk masyakarat Jawa Tengah mampu diterima pasar. 
 
"Nah pendampingan itu untuk quality control, agar kita bisa masuk pada standar pasar yang memang publik itu menghendaki produk-produk yang bagus. Jadi sisi ekonomi yang akan kita buat  itu," tegas Ganjar.
 
Selain ekonomi kerakyatan, Presiden Jokowi mewanti-wanti Ganjar dan Gus Yasin memperhatikan iklim investasi Jateng. Ganjar menyatakan negara tidak mungkin sendirian menjalankan konsep ekonomi kerakyatan itu. "Perizinan murah, mudah, murah, cepat kalau di Jawa Tengah. Tapi integritas tidak boleh hilang. Itu yang disampaikan," terang Ganjar.
 
Demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Ganjar mengaku akan semakin intens menggandeng Bupati dan Wali Kota se-Jateng. Dia mengingatkan Gubernur Jateng punya PP 33 tahun 2018 yang bisa mendorong para Kepala Daerah di Jateng bekerja lebih maksimal. 
 
"Gubernur boleh memberikan penghargaan sekaligus boleh memberikan sanksi. Kita ingin bangun integritas goverment. Sudah kita usulkan apa yang perlu diperbaiki dalam perencanaan anggaran pelaksanaan monitoring evaluasi," terang Ganjar.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi