Ganjar Ajak Veteran Lawan Ideologi Teroris
Gubernur Jateng nonaktif, Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan sejumlah veteran pejuang kemerdekaan di Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu, 20 Mei 2018. Foto: Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni.
Semarang: Gubernur Jateng nonaktif, Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan sejumlah veteran pejuang kemerdekaan. Meski sudah lanjut usia, semangat patriotisme masih terlihat dari semangat dan pakaian yang dikenakan meraka. 

Veteran pejuang kemerdekaan menyatakan siap terjun lagi ke medan perang melawan teroris jika dibutuhkan negara.

"Hari ini Indonesia butuh lagi semangat yang disuntikan dan digelorakan untuk NKRI. Momentum hari kebangkitan 20 Mei ini menjadi penting untuk menggelorakan lagi semangat menjaga Pancasila dan NKRI," kata ganjar di Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu, 20 Mei 2018.


Ganjar menceritakan, sempat menjenguk salah satu veteran Ambarawa yang sakit, sebelum menuju Gedung LVRI. Ketika Ganjar datang, veteran bernama Rozaq itu menyambut dengan mengenakan seragam tentara. 

"Pak Rozaq menyatakan pada saya, beliau marah betul pada teroris-teroris keji itu. Beliau bahkan siap jika dibutuhkan untuk perang lagi. Kata beliau 'saya siap perang lagi pak, saya tidak rela mereka merusak Republik'," ungkap Ganjar. 

Sementara itu salah satu veteran, bernama Rasiman menyatakan dirinya lahir tahun 1927. Semasa muda, ia mengalami perang melawan Belanda dan Jepang. Namun ia tidak bisa menggunakan senapan.

"Perangnya pakai bambu runcing," kata kakek berpeci hitam tersebut. 

Tak ketinggalan, Suyono Hadiwiyono, 92, juga menceritakan pengalamannya menumpas penjajah. Di akhir ceritanya, ia menyampaikan keprihatinan akan kondisi anak bangsa yang sering berkonflik sendiri. 

"Dulu kami memperjuangkan NKRI, mengapa sekarang malah tidak rukun, bahkan ada yang ingin mengganti ideologi," ungkap Suyono.

Melihat semangat veteran yang masih ingin menyumbang sesuatu untuk bangsa, Ganjar berpikir untuk melibatkan mereka dalam program sekolah tanpa sekat. 

"Sekolah tanpa sekat ini gurunya dari siapa saja. Bisa seniman atau veteran. Bapak ibu bisa cerita bagaimana dulu memperjuangkan kemerdekaan. Agar anak-anak kita mengerti betapa beratnya mewujudkan NKRI," jelas ganjar.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id