Teror Meluas, Polda Jateng Sisir Objek Vital
Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono. Medcom.id/Budi Arista Romadhono
Semarang: Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono memerintahkan jajarannya menyisir objek-objek vital yang berpotensi menjadi sasaran aksi terorisme. Langkah ini diambil menyusul kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dan teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

"Kita tingkatkan kewaspadaan dengan menggelar penyisiran di objek kegiatan masyarakat baik itu tempat ibadah, gereja-gereja, area publik seperti tempat wisata, kerumunan massa, car free day dan lain sebagainya," kata Condro di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 13 Mei 2018, malam.

Polisi akan bersinergi dengan masyarakat untuka menjaga keamanan dan kedamaian. Polda Jateng akan berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer Iv Diponegoro untuk bersama-sama mewaspadai kegiatan terorisme di 35 kabupaten atau kota se-Jawa Tengah.


"Sudah berkoordinasi dengan Pak Pangdam untuk bersama melakukan kegiatan operasional di 35 Polres se-Jateng. Pak Pangdam juga telah memerintahkan Dandim untuk bersinergi dengan kepolisian untuk tingkatkan kewaspadaan," ujar Condro menegaskan.

Condro meminta warga Jawa Tengah tidak panik dengan kejadian teror di Surabaya, Jawa Timur. Dia meminta masyarakat jangan memberi ruang bagi bertumbuhnya aksi terorisme dan radikalisme di Jawa Tengah.

"Kasus yang terjadi di Jatim mudah-mudahan bisa terungkap pelaku dan terkuak jaringannya. Kita tidak boleh panik dengan kasus teror, jelas mereka ingin membuat masyarakat ketakutan," ungkap Condro.

Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Wuryanto siap bahu membahu bersama Polda Jateng mengantisipasi aksi terorisme. Wuryanto berujar bahwa suasana Jateng yang tenang harus terus dijaga.

"Sekarang ini semua jajaran melakukan pengamanan, stand by. Sekarang tinggal sasarannya diperluas bukan hanya di tempat rawan kerusuhan Pilkada, namun juga rawan terorisme," tegas Wuryanto.



(SUR)