Delapan Jenis Bencana Mengancam Wilayah Brebes
Banjir di wilayah pantai utara Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Brebes: Delapan jenis bencana rawan terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di antaranya banjir, tanah longsor, gunung berapi, gempa bumi, abrasi, rob dan puting beliung.

“Namun demikian, bencana banjir dan tanah longsor merupakan yang paling sering terjadi dan menjadi fokus kewaspadaan, terutama saat musim penghujan,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Brebes, Jubaidi, Rabu, 24 Oktober 2018.

Rawan longsor terdapat di wilayah Brebes selatan, meliputi Kecamatan Bumiayu, Ketanggungan, Bantarkawung, Larangan, Banjarharjo, Salem, Tonjong, Sirampog, dan Paguyangan.


Sedangkan, daerah rawan banjir terdapat di wilayah Brebes utara, antara lain Kecamatan Brebes, Wanasari, Tanjung, Losari, Bulakamba, Jatibarang, serta sebagian wilayah Brebes selatan.

Banjir menyerbu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 23 Ferbruari 2018. Ribuan warga mengungsi akibat jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung. 

Pusdalops BPBD Kabupaten Brebes menyebutkan ada 17 Desa yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung di sembilan titik. Selain itu, dampaknya diperparah dengan jebolnya Benteng Kalibancang.

Selain tanah longsor dan banjir, bencana tanah bergerak juga menyerang Kabupaten Brebes, 3 Maret 2018. Sedikitnya 74 rumah warga rusak berat dan ringan. Selain itu, jalan penghubung antar desa juga amblas.

Sementara itu, banjir besar terjadi di kawasan utara Kabupaten Tegal pada musim penghujan yang terjadi pada awal 2018 lalu. Banjir terjadi di Kecamatan Dukuhturi, Adiwerna, Kramat, dan Suradadi.

Bencana tersebut tetap diwaspadai mengingat akhir Oktober nanti diprediksi sudah memasuki musim penghujan. Sedangkan di kawasan selatan yang merupakan dataran tinggi, terdapat empat kecamatan yang rawan tanah longsor jika terjadi hujan terus menerus.

 Kepala BPBD Kabupaten Tegal Tedjo Kisworo mengatakan, empat kecamatan tergolong rawan tanah longsor yakni Kecamatan Pangkah, Bumijawa, Bojong, dan Jatinegara. ‘’Kami mengimbau warga untuk senantiasa waspada saat hujan turun karena saat ini sudah musim peralihan, masuk ke musim hujan,’’ kata Tedjo.

Di Kecamatan Pangkah, wilayah yang rawan longsor di antaranya Desa Dermasuci. Kondisi tanah di wilayah ini kerap mengalami pergerakan saat musim hujan hingga mengakibatkan kerusakan ringan hingga berat pada rumah-rumah warga.

Menurut Tedjo, kewaspadaan terkait ancaman terjadinya tanah longsor sudah ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan. Terdapat relawan yang disiagakan di sejumlah posko BPBD untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam tersebut.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id