Calon anggota Legislatif (Caleg) difabel dari partai NasDem, Anggiasari Puji Aryatie (tengah) di Yogyakarta, Sabtu, 4 Mei 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Calon anggota Legislatif (Caleg) difabel dari partai NasDem, Anggiasari Puji Aryatie (tengah) di Yogyakarta, Sabtu, 4 Mei 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka. (Patricia Vicka)

Caleg Difabel di Yogyakarta Tak Patah Semangat Meski Gagal

pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Patricia Vicka • 04 Mei 2019 14:44
Yogyakarta: Calon anggota Legislatif (Caleg) difabel, Anggiasari Puji Aryatie gagal maju sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan. Namun kegagalan ini tidak menyurutkan langkah Caleg Partai NasDem tersebut untuk tetap memperjuangkan kaum difabel.
 
"Hasil perhitungan suara se tingkat kecamatan, saya mendapatkan 3.000 suara. Jadi belum lolos," kata Anggia kepada Medcom.id di Yogyakarta, Sabtu, 4 Mei 2019.
 
Wanita kelahiran Jakarta 6 Agustus 1980 ini mengakui sulit bertarung memperebutkan kursi DPR. Ia masih mendapatkan laporan adanya kegiatan bagi-bagi uang dari salah seorang calon kepada masyarkat. Namun ia tidak mau mempermasalahkannya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak awal saya nyaleg tujuannya untuk menyuarakan aspirasi dan hak-hak teman-teman difabel. Walau tidak terpilih, saya masih tetap bisa membela mereka," jelas Anggia.
 
Anggia adalah aktifis kaum difabel. Ia mulai berkecimpung di dunia politik sejak pertengahan 2018. Wanita yang tinggal di Kota Yogyakarta ini mulai berkampanye sejak November 2018.
 
Ia mengaku tak mengeluarkan uang sepersen pun untuk mempromosikan dirinya. Anggia menggunakan kekuatan word of mouth (mulut ke mulut) jaringan dan relasi dari kerabat, teman-teman serta rekan sesama kaum difabel untuk mendapat dukungan.
 
"Saat saya mengumumkan maju sebagai anggota dewan, banyak teman-teman yang mendukung. Mereka dengan suka rela membantu kampanye dan jadi tim sukses," jelas Anggia.
 
Bahkan teman-teman Anggia bersedia saweran dan memberikan waktu dan tenaga untuk membuat dan menyebarkan materi kampanye. Sukarelawan inipun mempromosikan Angie melalui sosial media Facebook dan Instagram. Bahkan mereka turut memasang spanduk, baliho dan poster ke seluruh wilayah DIY.
 
"Bisa dibilang, saya tidak mengeluarkan uang sepersenpun. Palingan hanya untuk traktir makan teman-teman saat ada rapat bersama.Sampai dijuluki caleg dhuaf," beber Anggia.
 
Rasa sedih dan kecewa ia rasakan begitu mengetahui kegagalan ini. Namun ia tak lama larut dalam kesedihan. Ia bangkit dan bertekad tetap menyuarakan permasalahan disabilitas.
 
Ke depan Anggia akan kembali menjadi aktifis pembela hak kaum difabel melalui berbagai kegiatan.
 
"Sejak awal saya sudah siap kalah. Begitu tau hasilnya saya malah bangga dan senang. Ternyata ada banyak rekan-rekan yang peduli dengan kaum difabel dan membantu saya," pungkas Anggia.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif