Suasana antrean pengambilan token PPDB di SMA 3 Yogyakarta, Kamis, 20 Juni 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.
Suasana antrean pengambilan token PPDB di SMA 3 Yogyakarta, Kamis, 20 Juni 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Orang Tua Antre Ambil Token Sejak Subuh

PPDB 2019
Ahmad Mustaqim • 20 Juni 2019 13:16
Yogyakarta: Antrean panjang terjadi dalam pengambilan token untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA 3 Yogyakarta, Kamis, 20 Juni 2019. Ratusan orang tua terlihat antre sejak subuh.
 
Humas SMA 3 Yogyakarta, Agus Santosa mengatakan banyak orang tua sudah antre di lingkungan sekolah sejak sekitar pukul 05.00 WIB. "Antreannya agak panjang," kata Agus saat dikonfirmasi.
 
Agus menjelaskan kondisi itu di luar prediksi pihak sekolah. Sebab pihak sekolah sudah menyosialisasikan pengambilan token tak perlu antre sejak pagi. Agus mengatakan pengambilan token bisa dilakukan di seluruh SMA negeri dan tak harus di sekolah tujuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi tadi pagi di luar perkiraan kita. Soal pengambilan token tidak perlu antre, karena sudah ada (nomor) antrean," jelas Agus.
 
Menurut Agus sebagian orang tua masih mengira datang lebih awal akan berdampak pada hasil pemilihan sekolah tujuan. Padahal, pengambilan token bisa dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Di sisi lain, waktu pengambilan token bisa dilakukan pada 20, 21, dan 24 Juni. 
 
"Sepertinya besok, kalau berdasarkan yang sudah-sudah (antrean) tidak terlalu panjang seperti hari ini," jelas Agus.
 
Salah satu orang tua, Agus Mulyono mengatakan sudah datang di SMA 3 sekitar pukul 06.00 WIB. Warga Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Pakualaman ini memperoleh antrean nomor 32. Pemahamannya, zonasi mempertimbangkan urutan.
 
Ia merasa cukup khawatir soal persaingan PPDB sistem zonasi. Perubahan petunjuk teknis, dari hanya bisa memilih satu sekolah menjadi tiga sekolah, akan membuat persaingan ketat.
 
"Mungkin menguntungkan yang agak jauh (jadi bisa pilih SMA 3) tapi kalau bagi saya menambah persaingan," kata Mulyono. 
 
Sementara itu, orang tua calon siswa, Anne merasa peluang anaknya diterima di SMA 3 lebih besar. Ia mengatakan jarak rumahnya dengan SMA 3 sekitar 1,5 kilometer. Selain itu, ia melanjutkan anaknya juga memilih SMA 9 dan SMA 10 sebagai pilihan berikutnya.
 
"Pilihannya banyak, saingan juga banyak. Peluang (dengan sistem zonasi) jadi tambah juga," kata Anne.
 
SMA 3 Yogyakarta menjadi salah satu sekolah favorit di Yogyakarta. Di sekolah ini memberikan jatah 252 kursi untuk enam kelas IPA dengan satu kelas IPS.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif