Ketua MPR: Hati-Hati Impor Beras, Februari sudah Panen Raya

Pythag Kurniati 14 Januari 2018 14:14 WIB
impor beras
Ketua MPR: Hati-Hati Impor Beras, Februari sudah Panen Raya
Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu, 14 Januari 2018, Medcom.id - Pythag
Solo: Pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton beras pada akhir Januari 2018. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mewanti-wanti pemerintah berhati-hati dengan kebijakan impor beras tersebut.

"Impor beras, hati-hati. Karena Februari sudah panen raya," ungkap Zulkifli kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, 14 Januari 2018.

Jika beras impor masuk pada saat panen raya, hal tersebut bisa berimbas pada jumlah stok beras. Banjir stok, lanjut Zulkifli, sangat membahayakan kondisi petani di Indonesia.


"Bahaya untuk panen. Petani bisa hancur," urai Zulkifli.

Sebagai salah satu bentuk solusi, ia meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar besar-besaran. Tujuannya agar harga beras bisa kembali normal. "Habiskan dulu stoknya Bulog," kata dia.

Jika opsi impor menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan, Zulkifli meminta pemerintah menggunakan model beli-pesan. Artinya, stok beras tidak langsung digelontorkan ke Indonesia, lebih-lebih ketika panen raya.

"Kalo mau impor, beli pesan, tapi jangan didatangkan. Jadi pesan lalu taruh di luar negeri sebagai cadangan," beber dia.

Sebelum menghadiri pertemuan dengan ribuan kader PAN, Zulkifli menyempatkan mengunjungi para pedagang beras di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah. Berdasarkan keterangan pedagang beras, harga beras di pasaran naik Rp 2 ribu hingga Rp 2.500 per kilogram.

Kenaikan harga menyebabkan masyarakat harus mengurangi pembelian beras. Zulkifli mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. "Padahal kita ini negara besar, laut kita luar biasa, pertanian kita luar biasa. Saatnya kita berdaulat," tutur Zulkifli.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id