Kepala Dinas PUP ESDM DIY, Hananto (kanan) dan Kepala BBWSO, Agung Rudyanto (kiri). Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Kepala Dinas PUP ESDM DIY, Hananto (kanan) dan Kepala BBWSO, Agung Rudyanto (kiri). Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Pemerintah DIY Kaji Bangun Embung

longsor bencana longsor bencana banjir
Ahmad Mustaqim • 25 Maret 2019 12:24
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkaji membangun embung. Rencana itu menindaklanjuti keinginan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X usai memantau lokasi terdampak bencana di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Jumat, 22 Maret 2019. 
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, Hananto mengatakan sudah menangkap keinginan Sri Sultan. Embung tersebut secara garis besar untuk mengurangi risiko banjir yang hampir tiap tahun terjadi di Kecamatan Imogiri. 
 
"Tinggal secara teknis kita akan lakukan kajian dulu. Soalnya, kalau membuat hal seperti itu tidak gampang," kata Hananto di Yogyakarta pada Senin, 25 Maret 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan pihaknya akan melihat lebih dulu kondisi topografi dan geologis lokasi mana yang akan dibangun. Setelah itu, baru ditindaklanjuti dengan perencanaan lanjutan. 
 
Sultan sempat menyatakan pembangunan embung menggunakan lahan berstatus tanah kesultanan (Sultan Ground). Menurut Hananto, hal itu akan lebih dulu dilihat potensial lokasi yang dianggap memungkinkan. 
 
"Kita studi dulu. (Fungsi embung) untuk menahan air sementara supaya tak langsung ke sungai semua," kata dia. 
 
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Agung Rudyanto mengungkapkan instansinya akan bisa membantu soal rencana pembuatan embung. Menurut dia, fokus fungsi pembuatan embung untuk mengurangi debit kiriman air ke Sungai Oya hingga area Kecamatan Imogiri. 
 
"Nanti debit air sungai Oya yang akan kita distribusikan ke embung ada berapa. (Posisi) embungnya di atas (lebih tinggi)," ujarnya. 
 
Selain mengurangi debit air sungai Oya, ia melanjutkan, embung juga bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Misalnya, untuk irigasi pertanian saat musim kemarau. 
 
"Bisa dua (embung) atau berapa, tergantung konstruksinya. Untuk volume melihat kondisi alam seperti apa," kata dia. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif