Ada Dugaan Maladministrasi Penanganan Pemerkosaan di UGM

Patricia Vicka 23 November 2018 18:11 WIB
pemerkosaan
Ada Dugaan Maladministrasi Penanganan Pemerkosaan di UGM
Kepala ORI DIY Budhi Masthuri di Yogyakarta, Jumat 23 November. Medcom.id/Patricia Vicka
Yogyakarta: Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan dugaan maladministrasi dalam penyelesaian kasus pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada.  Dugaan ini terungkap usai ORI memeriksa perwakilan tim investigasi UGM.

Kepala ORI DIY Budhi Masthuri menyebut Departemen (Fakultas) Teknik UGM sempat mengizinkan pelaku pemerkosaan berinisial H ikut wisuda pada November 2018. Padahal tim investigasi sudah mengeluarkan rekomendasi yang salah satunya meminta kampus menunda wisuda pelaku.

Hal ini membuat ORI menduga adanya ketidaksesuaian prosedur antara Fakultas Teknik dengan pihak Universitas.


"Dalam pertemuan tadi, kami temukan dugaan penyimpangan prosedur. Sehingga muncul nama H dalam daftar calon wisuda November 2018," jelas Budhi di kantor ORI jalan Wolter Monginsidi no 20,Yogyakarta, Jumat, 23 November 2018.

Pada awal pemeriksaan, lolosnya pelaku dalam daftar calon wisudawan sudah menjadi catatan khusus bagi ORI. Sehingga dugaan ini turut akan diselidiki sampai tuntas.

Pihaknya sudah bertemu dengan Dekan Fakultas Teknik, Nizam, untuk menanyakan kronologi lolosnya H sebagai calon wisudawan saat kunjungan ke UGM, Kamis, 22 November 2018. Dalam kunjungan tersebut, ORI turut menegaskan kembali penundaan wisuda bagi pelaku.

"Pihak dekanat memastikan H tidak ikut wisuda bulan November ini. Wisuda ditunda sampai masalah ini diselesaikan," jelas Budhi.

ORI akan menemui Fakultas Teknik untuk menggali keterangan dugaan maladministrasi ini. Pasalnya, kewenangan membolehkan seorang mahasiswa wisuda berada di tangan departemen (fakultas).  

"Kami mau lihat apakah ada unsur kesengajaan dalam hal ini atau tidak,"pungkasnya.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan masuknya nama pelaku dalam daftar calon wisudawan terjadi karena adanya miskomunikasi antara pihak kampus dengan Departemen Teknik.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id