Pemerintah Anggarkan Rp280 Miliar untuk Pebaikan Kampus di Sulteng

Patricia Vicka 25 Oktober 2018 19:50 WIB
Gempa Donggala
Pemerintah Anggarkan Rp280 Miliar untuk Pebaikan Kampus di Sulteng
Menristekdikti Mohamad Nasir di Yogyakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Yogyakarta: Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan memperbaiki seluruh kampus di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa dan tsunami. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp280 miliar.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, perbaikan meliputi bangunan fisik, sarana dan prasarana kampus.

"Sudah kami anggarkan di tahun 2019 sebesar Rp280 miliar. Semoga dikabulkan. Mulai perbaikan awal 2019," kata Nasir di Yogyakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.


Walau belum cair, pihaknya sudah mengirimkan bantuan 20-40 tenda ke lokasi bencana. Tenda ini dipergunakan sebagai kampus darurat para mahasiswa belajar. Ia menegaskan kegiatan perkuliahan sudah kembali normal seminggu yang lalu.

Beberapa hari usai bencana, pihak Kemenristekdikti gerak cepat untuk memulihkan kegiatan perkuliahan. Nasir juga langsung mendatangi lokasi bencana untuk melihat situasi. Ia kemudian mengubah sistem perkuliahan.

Mahasiswa yang bangunan kampusnya rusak diminta mengikuti kuliah daring di beberapa PTN di luar Sulteng. Mereka cukup menggunakan internet dan komputer untuk bisa mendapatkan materi perkuliahan.

"UI di Depok dan Unhas di Makasar sudah menawarkan kuliah daring ke Universitas Tadalaku di Sulteng," jelas Nasir.

Menurut Nasir, sistem lain yang dipakai adalah Credit Transfer Semester (CTS) di Universitas Hasanudin. Mahasiswa yang sudah mengungsi keluar Sulteng, bisa menggunakan sistem ini di Unhas.

Nasir melanjutkan pembentukan sistem ini dilakukan untuk mencegah exodus besar-besaran mahasiswa Sulteng. 

Berdasarkan data Kemenrisetdikti saat ini terdapat 37 Perguruan Tinggi dan 61.827 mahasiswa di wilayah Sulawesi Tengah. Sementara jumlah mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang tengah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia sekitar 3500 orang.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id