Pembunuh Pemandu Karaoke Semarang Masih di Bawah Umur

Budi Arista Romadhoni 16 September 2018 10:27 WIB
pembunuhan
Pembunuh Pemandu Karaoke Semarang Masih di Bawah Umur
Kapolsek Semarang Barat, Kompol Donny Eko Listianto menunjukan barang bukti dan tersangka DCP di Mapolsek Semarang Barat, Sabtu 15 September 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Pembunuh Ninin, pemandu karaoke Wisma Mr. Classic, Kota Semarang, Jawa Tengah, ditangkap. Pelaku berinisial DCP, 16, tega menghabisi nyawa Ninin  lantaran kesal merasa tak dilayani maksimal.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Donny Eko Listianto mengungkapkan, pelaku datang ke lokasi kejadian pada pukul 23.30 WIB, Rabu 12 September 2018.

Dicky yang sudah memakai jasa Ninin langsung menuju kamar korban untuk melampiaskan nafsu. Namun, pelaku tak mampu membayar sesuai tarif yang dipatok Ninin.


"Tersangka mintanya 'main' pertama. Lalu minta lagi. Disuruh bayar dulu Rp200 ribu padahal cuma punya Rp100 ribu," ungkap Kompol Donny di Mapolsek Semarang Barat, Sabtu 15 September 2018.

Ninin melayani pelaku seadanya dengan terus menagih uang. Hal ini membuat DCP kesal dan kalap.

Pada bulan Agustus, pelaku sempat bertemu dan berhubungan intim dengan korban. Perasaan kesal inilah yang membulatkan tekad DCP untuk menghabisi Ninin.

Pemandu karaoke itu dicekik dan sempat berontak hingga menggigit jari pelaku. Saat mencoba berteriak, tersangka langsung membekap wajahnya dengan bantal.

"Dicekik sampai 5 atau 10 menitan hingga akhirnya benar-benar kehabisan nafas," kata Donny.

Pelaku  menyiramkan oli yang dibawanya ke seluruh tubuh korban untuk menghilangkan sidik jari. Ninin ditutupi selimut dan ditinggal pergi.

"(Korban) ditemukan Kamis sore. Saat itu, HP (handphone) korban juga diambil," lanjut Donny.

Pelaku yang masih di bawah umur ini mengaku, sudah merencanakan pembunuhan terhadap Ninin. Dia merasa tidak puas bahkan setelah membayar Rp200 ribu saat memakai jasa korban pada Agustus lalu.

DCP dijerat pasal berlapis, yakni 365 KUHP ayat 3 tentang tindak pencurian dengan kekerasan, Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang atau pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id