Petani Kentang Merugi Akibat Embun Beku Dieng
Tanaman kentang di kawasan dataran tinggi Dieng, nyaris puso akiban embun beku. (MI/Liliek Dharmawan)
Banjarnegara: Puluhan hektare tanaman kentang terdampak embun beku yang melanda kawasan dataran tinggi Dieng di perbatasan Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. Tanaman kentang yang terkena imbas embun beku, ialah yang berumur di bawah 60 hari nyaris puso. Sedangkan, tanaman kentang yang sudah tua berpotensi turun produksinya.

Salah seorang petani di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Saroji, 53, mengatakan areal kentang miliknya seluas 100 meter persegi terkena embun beku sejak beberapa hari lalu.

"Sebetulnya petani cukup kaget, karena ternyata embun beku datang lebih cepat. Beberapa hari lalu, embun beku cukup tebal menutup tanaman kentang di sekitar Candi Arjuna Dieng," jelas Saroji, Minggu 8 Juli 2018.


Dia mengungkap, produksi tanaman kentang pasti terganggu akibat embun beku. Kalaupun sudah tak terjadi embun beku, produksi kentang dipastikan menurun hingga 50 persen.

"Dari areal seluas 100 meter persegi, yang biasanya menghasilkan 1 ton, kemungkinan hanya akan mendapatkan 500 kilogram saja," katanya.

Sementara petani lainnya, Umar, 35, mengungkap petani merugi cukup besar karena matinya tanamannya ketang yang terdampak embun beku.

"Untuk 1 hektare tanaman kentang, membutuhkan modal antara Rp40 juta hingga Rp60 juta. Jadi, kalau semuanya puso maka petani merugi sebanyak itu. Padahal potensi penghasilan panen seluas 1 hektare dapat mencapai Rp100 juta," ungkapnya.

Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengatakan, secara total luasan tanaman kentang yang terkena embun beku mencapai 35 hektare.

"Kami belum tahu, apakah nantinya masih ada embun beku atau tidak. Namun, berdasarkan pengalaman yang ada, embun beku tidak hanya turun sekali. Apalagi saat sekarang baru awal musim kemarau," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi mengungkap, cuaca ekstrem yang terjadi saat ini hingga memunculkan embun beku karena suhu dingin mencapai 0 derajat celsius.

"Ada perubahan suhu secara signifikan suhu pada awal musim kemarau. Akibat langsung dari perubahan suhu tersebut adalah munculnya fenomena embun es di Dieng," terangnya.

Dia mengatakan, munculnya embun es tersebut berdampak buruk pada petani sayuran di Dieng khususnya tanaman kentang. Tapi, kata dia, ada langkah antisipasi yang bisa dilakukan petani dengan mengatur pola tanam memanfaatkan info iklim BMKG.

"Info iklim tersebut bisa memilih dan menanam varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi cuaca saat sekarang," tukasnya.

 



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id