Sah, UMP Jawa Tengah Naik Rp119.331
ilustrasi Medcom.id
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menetapkan Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah 2019 sebesar Rp1.605.396. Ketetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/62 Tahun 2018 tentang UMP Jateng 2019 yang diteken pada hari ini.

Besaran UMP Jateng berlaku efektif per 1 Januari 2019. Ganjar menetapkan besaran UMP berdasar surat edaran Kementerian Tenaga Kerja B.240/M-NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2018 dan sidang pleno Dewan Pengupahan Jateng pada 22 Oktober.

"Pertumbuhan ekonomi dan inflasi sudah ditentukan. Kita tinggal menentukan rumus itu ke Jawa Tengah. UMP Jateng 2019 sebesar Rp.1.605.396.02," kata Ganjar, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 1 November 2018.


Pada 2018, UMP Jawa Tengah sebesar Rp1.486.065. Pada 2019, UMP naik Rp119.331 menjadi Rp1.605.396.

Namun, besaran UMP ini tidak bisa mengikat bagi 35 Kabupaten dan Kota di Jateng. Bupati dan Wali Kota punya wewenang menetapkan upah minimum berdasarkan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK). "Sebenarnya kita sudah gampang lagi dari sisi formula. Kita bisa tetapkan dan sebentar lagi kita surati teman-teman Bupati dan Wali Kota untuk menghitung masing-masing dan segera mengusulkan," ungkap Ganjar.

Ganjar meminta Bupati dan Wali Kota menyerahkan usulan besaran UMK paling lambat 5 November 2018. UMK akan diumumkan pada 21 November 2018. "Kita juga telah melakukan rapat dengan dewan pengupahan, pengusaha dan buruh," tegas Ganjar.

 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id