Bantuan 1,4 Juta Ayam di Brebes tak Tepat Sasaran
Warga menunjukkan kandang ayam bantuan pemerintah untuk program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera di Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Brebes: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementrian Pertanian menyalurkan 1,4 juta ayam untuk rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Namun, bantuan yang dianggarkan sekitar Rp100 miliar itu dinilai tidak tepat sasaran.

Di Desa Klampok RT 003 RW 006 misalnya, sejumlah warga yang memiliki rumah dengan lantai keramik dan tergolong bagus mendapatkan bantuan. Ada juga rumah yang berlantai dua, berlantai keramik dan memiliki warung juga jadi penerima.

"Padahal, lihat rumah saya lantai belum berkeramik. Dinding masih terlihat bata seperti itu. Kami warga miskin tak dapat, hanya yang kaya," kata Rahmad, warga setempat saat ditemui di rumahnya.


Padahal, ayam tersebut hanya untuk bagi warga miskin. Dia mengharapkan pemerintah cermat dalam mendata rumah tangga miskin agar bantuan tepat sasaran.

Tak merata

Ketua RT 4 RW 6, Desa Klampok, Sobirin mengaku tidak tahu kenapa banyak warga kurang mampu di wilayahnya tidak menerima bantuan. Sementara beberapa warga yang tergolong kaya di RT lain malah masuk daftar penerima bantuan.

"Hanya ada satu orang yang menerima bantuan ayam dan kandang,” ungkapnya.

Bahkan, warga juga mempersoalkan bantuan keuangan untuk pembuatan kandang. Bantuan yang seharusnya bernilai Rp500 ribu per kandang, digunakan hanya Rp400 ribu perkandang.

Hal ini terungkap dari keterangan seorang warga yang mendapat borongan pengerjaan kandang, Dedi Hartoyo, 35. Dia mengatakan hanya dibayar Rp400 ribu. Setelah kandang jadi, akan ada warga penerima bantuan ke rumahnya mengambil kandang.

"Untuk mencairkan uang, saya harus lapor kepada orang yang ditunjuk dari Unit Pengelolaan Keuangan Kegiatan (UPKK) setempat," kata Dedi.

Kandang dengan nilai tersebut, kata dia, masih kurang untuk ukuran ayam sebanyak 50 ekor. Kandang dibuat bertingkat.

Kepala Desa Klampok, Sukwid, menyebut sudah ada 712 penerima bantuan ayam di desanya. Dia berdalih tak punya kewenangan terkait pemberian bantuan atau pembuatan kandang.
 
"Data penerima bantuan merupakan data dari Dinas Sosial Kabupaten Brebes. Kami pihak desa tidak bisa menentukan siapa yang menerima bantuan. Mengusulkan saja tidak boleh. Jadi kami hanya diberikan nama-nama penerima bantuan," kata Sukwid.

Data diverifikasi bersama

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menjelaskan penerima bantuan ayam dan kandangnya itu berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos). Data diverifikasi bersama antara Dinas Sosial, Kecamatan dan Desa.

Bantuan keuangan bagi pembuatan kandang langsung masuk ke rekening UPKK dan pelaksanaan pembuatan kandang dikelola oleh UPKK.

"Jadi yang menerima bantuan ini harus masuk dalam data di Dinas Sosial," pungkasnya.

Bantuan berupa 50 ekor ayam hidup beserta pakan dan kandang di empat kecamatan Kabupaten Brebes menimbulkan polemik di masyarakat. Bantuan itu diberikan kepada 28.600 rumah tangga miskin (RTM). Berdasarkan penelusuran, bantuan yang bersumber dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sekitar Rp100 miliar itu.

Bantuan ayam itu sebagai satu cara pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di desa. Di mana satu keluarga miskin mendapatkan 50 ekor ayam berumur satu bulan, satu unit kandang senilai Rp500 ribu, satu paket pakan ternak, dan obat hewan.

 

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id