Pemprov Jateng Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur Semarang

Mustholih 05 Januari 2018 14:02 WIB
pembangunan
Pemprov Jateng Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur Semarang
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat melakukan peletakan batu pertama normalisasi sungai Banjir Kanal Timur Semarang.
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merealisasikan proyek Normalisasi Kanal Banjir Timur Semarang sepanjang 6,7 kilometer. Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo atas proyek bernilai Rp485 miliar itu Jumat 5 Januari 2018.

"Harapannya segera bisa mengendalikan banjir khususnya di Kanal Banjir Timur seperti Kanal Banjir Barat. Harapannya lebih indah dan lebih baik," kata Ganjar Pranowo usai peletakan batu pertama di pinggiran BKT Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 5 Januari 2018.

Ganjar menuturkan masyarakat sekitar sungai BKT yang terdampak normalisasi bakal ditata. Warga yang mendirikan pemukiman di pinggiran sungai bakal dimasukkan ke dalam Rumah Susun Kaligawe. "Yang usaha akan diberikan tempat usaha. Sehingga nantinya banjirnya betul-betul bisa dikanalisasi. Kita berharap tdak akan menggangu lagi masyarakat sekitar," tegas Ganjar.


Menurut Ganjar, normalisasi sungai BKT bakal terintegrasi dengan penyelesaian banjir rob di Kaligawe, Semarang. "Makanya ini simultan. Ending-nya bisa memuaskan dan bisa digunakan menjadi tempat pariwisata," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Dana Normalisasi sungai BKT Semarang sepenuhnya menjadi tanggungan Pemerintah Pusat. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Ruhban Ruzziyatno, mengatakan, normalisasi BKT tahap pertama berjalan sejak hari ini sampai 2020. 

"Kita mulai kebut normalisasi BKT sepanjang 6,7 kilometer. Mulai dari Jembatan Majapahit sampai ujung kawasan Citarum," ujar Ruhban di samping Ganjar.

Demi mendukung proyek ini, BBWS akan menertibkan 40 ribu pedagang kaki lima serta 20 KK hunian liar di pinggiran sungai BKT. Menurut Ruhban, Pemprov Jateng dan Kota Semarang bertindak sebagai pihak yang menertibkan pedagang kaki lima dan warga bantaran sungai. 

"PKL yang terkena normalisasi akan direlokasi ke Pasar Klithikan, Penggaron," ujar Ruhban.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id