Terduga Teroris Yogyakarta Berjualan Busur Panah

Ahmad Mustaqim 13 Juli 2018 08:41 WIB
terorisme
Terduga Teroris Yogyakarta Berjualan Busur Panah
Bangunan rumah yang ditinggali terduga teroris Gutomo di Pleret, Bantul. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Seorang terduga teroris di Dusun Kerto Tengah, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gutomo berprofesi sebagai penjual busur panah. Lelaki yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri itu menjualnya secara daring.

Ketua RW 8 Dusun Kerto Tengah, Mujiyono mengatakan Gutomo tinggal di Dusun Kerto Tengah selama tiga tahun. Ia tinggal bersama istri dan dua orang anaknya. Adapun Gutomo beridentitas kartu tanda penduduk (KTP) Kecamatan Karangkajen, Kota Yogyakarta.

"Kerjanya (Gutomo) jualan busur panah. Jual lewat online. Kalau istrinya jadi penjahit," ujar Mujiyono di Bantul pada Kamis, 12 Juli 2018.


Busur panah dagangannya diproduksi di luar rumah. Hal itu tidak menimbulkan kecurigaan pada masyarakat setempat.

Saat penangkapan, lanjutnya, aparat membawa sejumlah barang seperti perangkat komputer, senjata tajam, busur panah, alat-alat produksi busur panah, senapan angin, dan sejumlah buku berisi masalah kajian keagamaan.

"Selama tinggal di sini, (terduga teroris) jarang sosialisasi. Hanya dua kali ikut kumpulan (rapat) warga," kata dia.

Baca: 4 Terduga Teroris Ditangkap di DIY

Bupati Bantul, Suharsono mengaku mendapatkan informasi seorang warga di wilayahnya ditangkap Densus 88 Mabes Polri. Ia mengaku juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat dan TNI.
 
"Ada laporan (penangkapan terduga teroris) oleh Densus Mabes Polri. Saya masih menunggu perkembangan soal penangkapan itu," kata Suharsono.

Suharsono berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang beredar. Sehingga tercipta susana yang tenang di Kabupaten Bantul.

Kepala Polres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan mengaku tak tahu detail masalah penangkapan itu. Ia menyatakan masalah itu ditangani Mabes Polri.

"Kapolsek yang kasih tahu ada penangkapan. Mungkin langsung dibawa Densus," ungkapnya.


 



(SUR)