Terduga Teroris AR Sopan di Mata Warga
Rumah Sutoyo di Desa Kalimande, Pekalongan, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Pekalongan: Salah satu terduga teroris kelompok Cianjur, AR, 33, warga Desa Kalimade, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dikenal ramah, sopan dan rajin beribadah. Bapak dua anak tersebut sehari-hari berdagang madu dan obat-obatan herbal di toko kelontong miliknya.

Kepala Desa Kesesi Bambang Riyanto, mengatakan setelah menikah dan sesuai data di KTP, AR memang tercatat sebagai warga Desa Kesesi. Pengurus desa dan keluarga istri belum mendapatkan informasi resmi dari pihak terkait atas dugaan AR terlibat jaringan teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Densus 88 Antiteror di Cianjur.

Katanya, pihaknya mendapatkan kabar tersebut dari informasi yang menyebar melalui WhatsApp (WA).


"Jika melihat dari KTP-nya ya warga Desa Kesesi. Namun sampai saat ini kami belum mendapat informasi resmi dari pihak terkait. Informasi baru kami dapat dari WA (WhatsApp," terangnya saat dihubungi, Minggu, 13 Mei 2018.

Baca: Baku Tembak dengan Terduga Teroris Terjadi di Cianjur

Bambang sudah bertemu dengan istri AR dan orangtuanya. Ia sendiri belum bisa memastikan AR yang tewas warga desanya atau bukan. Sebab, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib.

"Tadi pihak keluarga juga masih menunggu, langkah apa yang akan dilakukan. Mereka masih syok, sehingga belum bisa memberikan keterangan. Intinya kalau itu memang benar, itu adalah pilihan hidupnya," katanya.

Tak dikira keluarga

Istri dan metua AR tidak mengira kerluarganya terlibat jaringan terorisme. Sebab, pihak keluarga hanya mengetahui jika AR berjualan obat herbal. Menurutnya, sikap AR selama ini juga tidak aneh.

"Selama ini saya komunikasi dengan dia tidak ada hal-hal yang aneh. Saya kalau ngobrol tentang herbalnya, tentang madu, kopi arab, dan sebagainya," imbuh Bambang.

Wiwik Kurniawati, kakak  AR, menyebut adiknya tak terlihat janggal. Perilaku sehari-hari juga biasa saja.

Namun, adiknya itu memang sering pergi keluar kota dengan alasan berdagang madu dan obat-obatan herbal.

"Setiap sore sampai malam, dia biasa ke sini. Salat dan mengaji. Terakhir ketemu pas hari Senin kemarin," jelas Wiwik.

AR memiliki istri dan dua anak yang masih kecil. Usahanya adalah berjualan madu dan buku serta fotokopi. Sebelum berdagang madu dan obat-obatan herbal, AR pernah menjadi guru wiyatabakti di sebuah sekolah kejuruan swasta di Kecamatan Kesesi.

AR menjadi salah satu terduga teroris yang ditembak mati oleh tim Densus 88 Mabes POLRI, di terminal pasir hayan, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama dengan 3 rekannya, yakni BBN, DCN dan HS.



(SUR)