Pelajar SMP di Purwokerto Menggalang Dana untuk Korban Gempa Lombok
Ilustrasi siswa SD Plus Rahmat memasukkan uang saku ke dalam kotak amal untuk didonasikan kepada korban gempa bumi Lombok Nusa Tenggara Barat di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/8). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani.
Banyumas: Pelajar di Jawa Tengah yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Purwokerto menggelar aksi peduli bencana gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Setelah mendengar kabar adanya gempa, kami membayangkan bagaimana rasanya teman-teman dan orang-orang di sana," kata Ketua OSIS SMPN 1 Purwokerto, Hernanda Fadhil di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menindaklanjuti hal tersebut, pengurus OSIS SMPN 1 Purwokerto dan organisasi sekolah lainnya menggelar aksi penggalangan dana yang dilaksanakan selama tiga hari, 7-9 Agustus 2018.


Menurut Hernanda, penggalangan dana ini mendapat dukungan dari pihak sekolah. Penggalangan dana dilakukan dengan cara meletakan kotak donasi yang disertai spanduk kecil bertuliskan 'Peduli Lombok' di depan sekolah.

"Hal ini didasari oleh kebiasaan di sekolah ketika siswa datang akan disambut oleh bapak dan ibu guru, selanjutnya mereka saling berjabat tangan. Kami berharap setelah berjabat tangan dengan guru, teman-teman akan menyisihkan atau mendonasikan sebagian uang saku mereka untuk korban bencana gempa di Lombok," ungkap Hernanda.

Ia mengatakan hingga hari terakhir penggalangan, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp5 juta dan selanjutnya akan disalurkan melalui lembaga resmi oleh Ketua OSIS bersama Kepala SMPN 1 Purwokerto.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Purwokerto Suhriyanto memberikan apresiasi terhadap inisiatif OSIS SMPN 1 Purwokerto yang melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana gempa di Lombok.

Menurut Suhriyanto, penggalangan dana  merupakan program kepedulian sosial yang terus dilakukan sekolah dan menjadi bagian dari program kerja OSIS SMPN 1 Purwokerto.

"Saya sangat merespons inisiatif ini karena di samping anak didik kami cerdas, kami juga memberikan pendidikan karakter, memberitahukan bahwa orang-orang di Lombok itu masih saudara kita. Kami memberi contoh bagaimana seandainya itu terjadi kepada kita, dengan tujuan supaya anak anak mulai dari kecil peka terhadap lingkungannya dan keadaan orang lain," jelas Suhriyanto.



(DEN)