Cornelia Natasya, Humas
Cornelia Natasya, Humas "Kita Agni"di Universitas Gadjah Mada, Rabu, 21 November 2018. Medcom.id/Patricia Vicka (Patricia Vicka)

Polisi Periksa Korban Perkosaan dari UGM 13 Jam

pemerkosaan
Patricia Vicka • 21 November 2018 18:31
Yogyakarta: Polda Maluku mengali keterangan N, mahasiswi Universita Gadjah Mada yang menjadi korban pemerkosaan saat kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku. Pemeriksaan berlangsung sekitar 13 jam di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 19 November 2018.
 
"Pertemuan Agni (nama samaran) penyitas dengan Polda Maluku berlangsung dari jam 13.00 sampai jam 02.00 dini hari (Selasa, 20 November 2018)," jelas Cornelia Natasya, Humas "Kita Agni", gerakan yang memperjuangkan keadilan bagi N, di kampus UGM, Rabu, 21 November 2018.
 
Selama pemeriksaan N didampingi oleh Lembaga Rifka Anisa dan teman-temannya.
Rifka Anisa berlaku sebagai pendamping psikologi korban sejak awal perjuangan mencari keadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi menanyakan beberapa hal selama pemeriksaan N diselingi istirahat. "Habis diperiksa, Agni merasa lelah. Tapi kondisi psikologinya sudah pulih karena didampingi peer group-nya," terang Cornelia yang enggan menyebutkan isi materi pemeriksaan.
 
Agni masih belum puas walau kasus sudah mulai diselidiki kepolisian. Agni masih terus akan berjuang mencari keadilan hingga pihak kampus mendrop out (DO) pelaku disertai catatan buruk.
 
Selain itu Agni turut mendesak UGM memiliki aturan yang jelas soal perlindungan mahasiswi dari segala tindakan kekerasan.
 
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto membenarkan Polda Maluku sudah meminta keterangan penyitas
 
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Erwan Agus mengatakan tindakan drop-out (pemecatan) bisa dijatuhkan kepada H sebagai pelaku. Namun, perlu ada penyelidikan dan keputusan dari pihak rektorat.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif