Pemerintah DIY Kirim Bantuan Barang dan Uang ke Sulteng
Dua kontainer bantuan dari DIY yang berangkat ke Sulteng. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengirimkan bantuan senilai lebih dari Rp1,5 miliar untuk wilayah terdampak bencana di Palu, Sigi, dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Selain barang, bantuan yang diberikan juga berupa uang yang nilainya sekitar Rp300 juta. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan bantuan yang dikirimkan tersebut berasal dari posko kemanusiaan di kantornya sejak 2-16 Oktober 2018. Selain itu, pengiriman bantuan juga berasal dari posko Asrama Mahasiswa Sulawesi Tengah di Yogyakarta. 

“Bantuan ini berasal dari kelompok maupun perorangan. Setelah terkumpul, semua kita masukkan ke dalam kontainer untuk dikirim,” kata Biwara di kantornya, Kamis 25 Oktober 2018. 


Ia menjelaskan, jenis bantuan barang yang masuk ke BPBD DIY 13 macam. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya berupa sembako, beras, susu, makanan bayi, pakaian baru, pakaian layak pakai, terpal, perlengkapan rumah tangga, alat kesehatan termasuk obat, dan terpal. 

Selain bantuan barang, juga dikirimkan bantuan uang. Bantuan uang itu berasal dari pembukaan donasi tunai maupun melelui rekening BPBD DIY. Adapun bantuan uang tunai yang disumbangkan sebesar Rp246.138.900. Sementara, uang bantuan non tunai sebesar Rp83.722.220. “Jadi total bantuan uang dari 104 donatur itu ada sebesar Rp329.861.120,” kata dia. 

Ia memperkirakan total nilai bantuan sekitar Rp1,5 miliar. Bantuan tersebut dikirim dengan tiga kontainer. “Dua kontainer berangkat hari ini, sisanya besok,” ungkapnya. 

Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Gatot Saptadi mengungkapkan bantuan ini bagian kepedulian masyarakat Yogyakarta kepada warga Sulteng yang terdampak musibah bencana gempa dan tsunami. Selain bantuan barang dan uang, kata dia, Pemerintah DIY juga telah mengirimkan bantuan tenaga. 

“Itu bantuan pertama yang kita kirim, baik dari unsur relawan, berbagai komunitas, kampus, dan LSM. Semua disebar di Palu, Donggala, maupun Sigi,” katanya. 

Sebelumnya, Dinas Sosial DIY juga mengirimkan bantuan dengan nilai hampir sama. “Jangan lihat nilainya, tapi lihat kebutuhan masyarakat Sulteng. Ini akan menjadi bantuan terakhir karena tatus darurat berakhir pada 2 November,” ucapnya. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id