Ilustrasi tumpukan sampah, Medcom.id
Ilustrasi tumpukan sampah, Medcom.id (Mustholih)

Ganjar Pranowo Nilai Aturan Kebersihan Lingkungan sudah Banyak

sampah
Mustholih • 16 Januari 2019 10:00
Semarang: Pemerintah daerah di Jawa Tengah membuat banyak larangan terkait kebersihan. Sehingga masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk peduli dengan kebersihan lingkungan.
 
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan edukasi dan memberikan contoh ke masyarakat itu penting. Kegiatan itu lebih penting untuk menegakkan peraturan menjaga lingkungan.
 
"Sudah banyak sebenarnya yang membuat aturan itu. Buang sampah didenda ditegakkan saja. Tapi buat saya yang lebih penting edukasi dan contoh," kata Ganjar di Semarang, Jateng, Selasa, 15 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Larangan membuang sampah sembarangan dan kewajiban menjaga kebersihan lingkungan di Jateng sudah tertuang dalam Peraturan Daerah. Sehingga, kata Ganjar, peraturan yang secara khusus membahas soal menjaga kebersihan lingkungan rumah sebaiknya diserahkan ke Pemerintah Desa. 
 
"Saya kira yang paling bagus Perdes," ujar Ganjar menegaskan.
 
Ganjar menyatakan demikian mengomentari pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang ingin Pemerintah Daerah punya Perda tentang menjaga kebersihan lingkungan rumah. Menurut Ganjar, gagasan Jusuf Kalla soal aturan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebenarnya sudah bagus. 
 
"Tapi masyarakat punya kultur berbeda. Gagasan Pak JK betul. Maka tugas RT, RW Lurah jaga kebersihan saja dulu. Itu sudah bagus. Itu yang kita dorong," jelas Ganjar.
 
Selama ini, kata Ganjar, Pemerintah Jateng selalu berusaha memberi contoh menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, kultur masyatakat Jateng tidak bisa serta merta dilarang-larang. 
 
"Kalau anda lihat saya kurangi plastik, orang enggak terima. Mbok buat Perda tidak gunakan plastik, nanti dulu. Ini saya lagi menciptakan kondisi-kondisi unik agar masyarakat merasa dulu. Nanti setelah oke, mau suport, baru kita pakai aturan. Kalau tiba-tiba kita atur, kaget kan?," tegas Ganjar.
 
Ganjar mencontohkan tentang program Sekolah Sungai di Jateng. Program ini lahir dari Kongres Sungai pertama di Banjarnegara, Jawa Tengah.
 
Menurut Ganjar, program Sekolah Sungai mampu mendorong anak-anak di Klaten, Jawa Tengah, menjaga kebersihan sungai. 
 
"Sekarang (warga) pada mandi di sungai, kiri kanannya taman-taman. Ibu-ibu arisan saja di pinggir kali. Bule-bule sekarang main tubing, dan jadi pariwisata. Itu kan menarik," tegas Ganjar.
 
Ganjar menyatakan memang harus ada regulasi tentang menjaga kebersihan lingkungan rumah. Namun, regulasi itu muncul setelah tercipta kesadaran dari masyarakat. 
 
"Kalau hari ini menghukum itu, buang sampah dihukum, didenda, oke. Tapi akhirnya (warga) naik motor bawa plastik buang di pinggir jalan. Itu hanya memindahkan saja. Edukasi yang penting," jelas Ganjar.
 
Menurut Ganjar, dengan menciptakan kesadaran masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan rumah bakal menjadi budaya. 
 
"Jepang perlu 50 tahun, Singapura 40 tahun. Kalau anda tiru Jepang silakan 50 tahun lagi, tiru Singapura silakan 40 tahun lagi kita bersih. Tapi kalau anda punya kesadaran penuh, bagaimana kalau 10 tahun saja. Jadi belajar itu lebih cepat kalau kasih contoh," pungkas Ganjar.

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif