Kasus Perkosaan, Komite Etik UGM Segera Rampungkan Rekomendasi

Ahmad Mustaqim 06 Desember 2018 12:22 WIB
pemerkosaan
Kasus Perkosaan, Komite Etik UGM Segera Rampungkan Rekomendasi
Gerbang Kampus UGM. Medcom.id/Mustaqim
Yogyakarta: Komite Etik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan segera menyelesaikan kerja dalam kasus pemerkosaan mahasiswa saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku pada pertengahan Juni 2017. Tim komite etik tersebut telah bekerja sekitar dua pekan. 

Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani menuturkan komite etik selesai bekerja. Hasil kinerja komite etik dalam kasus dugaan pemerkosaan mahasiswa berinisial H terhadap N, akan disampaikan ke media. 

"Hasil (kerja) komite etik akan disampaikan besok 7 Desember," ujar Iva saat dihubungi, Kamis, 6 Desember 2018. 


Iva enggan memberikan bocoran hasil kerja komite etik. Ia mengaku tidak berhubungan langsung dengan komite. 

"Komite etik sudah bekerja dan kami masih tunggu hasilnya. Kita tunggu saja, saya tak ada komunikasi (dengan komite etik)," ungkapnya. 

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Sugarda pernah menyatakan otoritas kampus tengah membuat regulasi agar civitas akademik aman dari berbagai tindakan, seperti kriminal hingga pelecehan seksual. Pihaknya tak ingin pula terjadi penyalahgunaan kekuasaan di UGM. 

"Jadi penyalahgunaan kekuasaan atau situasi untuk kepetingannya sendiri atau pelanggaran hak, merupakan sesuatu yang dilarang,” ucapnya. 

Di sisi lain, Polda DIY telah memeriksa 13 saksi dalam kasus itu. Aparat menyatakan masih memungkinkan menggelar rekonstruksi untuk menguatkan materi penyelidikan. 

"Dari (hasil) pemeriksaan saksi akan kita pilah siapa nanti yang jadi terduga pelaku, korban, dan sebagai saksi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id