Ilustrasi truk sampah milik DLH Kota Yogyakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Ilustrasi truk sampah milik DLH Kota Yogyakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom.id/ Patricia Vicka. (Patricia Vicka)

Bank Sampah Budayakan Warga Mengolah Sampah

sampah
Patricia Vicka • 22 Januari 2019 17:11
Yogyakarta: Kota Yogyakarta mulai membiasakan warga untuk mengolah dan memilah sampah rumah tangga secara mandiri. Pemerintah Kota Yogyakarta membentuk bank sampah hingga tingkat RT/ RW.
 
Kasie Penaganan Sampah Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko mengatakan, pembentukan bank sampah merupakan langkah pengaplikasian Perda Kota Yogyakarta no 10 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah.
 
"Bank sampah dibentuk pada 2009, namun baru aktif mengelola sampah pada 2015. Basis bank sampah hingga tingkat RT dan RW," kata Haryoko di kantor DLH Kota Yogyakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haryoko menjelaskan, bank sampah adalah sebuah komunitas masyarakat yang memilah dan mengolah sampah rumah tangga sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). 
 
Menurut Haryoko, keberadaan bank sampah juga sebagai wadah dan upaya untuk mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul, DIY.
 
Sesuai Perda sampah, Pemkot Yogyakarta hanya bertanggung jawab mengambil sampah yang sudah tidak bisa diolah (residu) dari TPS ke TPA. Sementara sampah rumah tangga ke TPS adalah tanggung jawab warga.
 
"Jadi Pemkot ga ambil sampah di rumah tangga lagi. Kami hanya ambil sampah berupa residu yang sudah tidak bisa diolah di TPS untuk dibuang ke TPA," jelas Haryoko.
 
Demi menarik minat warga, bank sampah bersedia membeli sampah rumah tangga masyarakat. Namun hanya sampah yang masih bisa diolah yang laku dijual.
 
"Barang yang laku dijual misalnya kardus atau sterofoam makanan. Botol minuman. Biasanya uang itu akan menjadi tabungan warga. Warga bisa ambil di akhir tahun. Atau uang diubah fungsi jadi modal untuk kegiatan bersama misalnya jalan-jalan satu RT/ RW," beber Haryoko.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi