Warga Gunungkidul Jual Ternak untuk Air Bersih

Ahmad Mustaqim 29 Oktober 2018 14:50 WIB
musim kemarau
Warga Gunungkidul Jual Ternak untuk Air Bersih
Warga Kecamatan Girisubo, Gunungkidul saat mendapatkan bantuan air bersih, Senin, 29 Oktober 2018. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Gunungkidul: Warga Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta rela menjual ternak hingga aset pohon yang sudah ditanam demi memenuhi kebutuhan air bersih.

Warga Desa Tileng, Suwarno mengatakan, dirinya sudah membeli puluhan tangki air bersih selama musim kemarau ini. Ia mulai membeli air sudah sejak Juli 2018. 

"Air buat macam-macam kebutuhan. Enggak hanya untuk keluarga, tapi juga buat ternak," kata Suwarno di Gunungkidul, Senin, 29 Oktober 2018.


Suwarno sudah habis lebih 20 tangki air bersih selama musim kemarau ini. Per tangkinya ia beli sekitar Rp110 ribu. Biaya untuk membeli air bersih itu berasal dari berbagai harta benda dan asetnya.

Beberapa yang sudah dijual yakni ternak kambing dan pohon jati. "Mau bilang berat bagaimana ya, tidak ada pilihan lain. Semoga nanti habis panen bisa beli (ternak) lagi sana tanam pohon juga," ungkap Suwarno.

Tetangga Suwarno, Suwitorejo, mengungkapkan keluarganya juga melakukan pengorbanan untuk bisa mencukupi kebutuhan air bersih. Namun, ia mengaku beruntung tak banyak mengeluarkan biaya lantaran rumahnya berdekatan dengan bak penampungan air.

"Sudah tak menghitung habis berapa (tangki) air bersih. Tapi kadang ada bantuan air bersih ke sini. Lumayan tak mengeluarkan uang buat beli air terkadang," jelas Suwitorejo. 

Sementara itu Camat Girisubo Agus Ariyanto mengatakan, sebagian besar wilayahnya kesulitan air bersih. Ada sebanyak 82 dusun dan masuk di delapan desa. 62 dusun di antaranya kesulitan air bersih.

Ia mengatakan wilayah Girisubo memang tak banyak sumber air saat musim kemarau. Hanya ada tiga sumber air di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini. "Tapi memang tidak cukup untuk dikelola PDAM," kata Agus.

Agus menambahkan, harga per tangki air bersih di wilayah tersebut beragam. Dari yang sekitar Rp100 ribu per tangki, hingga Rp200 ribu per tangki.

"Anggaran (bantuan) air bersih dari kecamatan memang sudah habis. Bantuan dari kecamatan hanya sekitar 550 tangki. Tinggal mengandalkan dari tangki swasta atau bahkan tuan dari BPBD," jelas Agus.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id