Mobil Esemka Bukan untuk Kepentingan Politis

Widjajadi 24 Oktober 2018 20:14 WIB
mobil nasional
Mobil Esemka Bukan untuk Kepentingan Politis
Esemka Garuda 1 tertangkap kamera sedang digendong truk towing. Istimewa
Solo: Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo merasa bangga Esemka yang berawal dari transfer teknologi buatan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo dapat menjadi mobil rakyat hingga nasional.

Menurutnya, seluruh pihak patut berbangga mengenai terwujudnya mobil Esemka secara massal, bukan justru malah mempolitisasi lantaran waktunya berdekatan dengan Pilpres 2019.

"Bukan sebaliknya, diplintir-plintir atau dipolitisasi. Ya, goreng menggoreng memang hak siapa saja. Tetapi saya melihat itu tidak perlu. Sebab jelas akan menjadi kontraproduktif. Yang jelas, sejak awal munculnya mobil Esemka itu bukan untuk kepentingan politis, namun sebagai tujuan untuk mewujudkan karya anak bangsa menjadi mobil  nasional," ujar Rudy, di Solo, Rabu 24 Oktober 2018.


Baca: Esemka Garuda 1 Meluncur Pertengahan 2018

Rudy menjelaskan, SMK merupakan cikal bakal munculnya mobil Esemka pertama kali. Rudy bersama Wali Kota Surakarta saat itu, Joko Widodo merupakan tokh yang memperjuangkan agar Esemka bisa diproduksi massal. 

"Waktu itu kita buat empat jenis prototipe, yakni untuk mobil penumpang dan angkutan barang. Karena itu masih jadi prototipe yang digadang-gadang nantinya menjadi mobil siap jual, maka harus diuji, seperti uji emisi gas buang, suspensi, dan lainnya," paparnya.

Rudy mengaku turut serta dalam melakukan uji emisi prototipe mobil Esemka ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurutnya, bukan hal mudah menjadikan mobil Esemka siap jual.

Ada banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari pengurangan bobot mobil, yang awalnya 1 ton harus diturunkan menjadi 800 kg sebagaimana persyaratan yang ditentukan. 

"Berulangkali saya membawa ke BPPT untuk proses evaluasi perbaikan yang disyaratkan. Apalagi prototipe Esemka Rajawali kala itu ada keinginan 
dipersiapkan menjadi mobil dinas Wali kota. Sehingga semua harus 
dilakukan secara detail, agar benar-benar bisa memenuhi syarat sebuah 
kenadaraan turun ke jalan raya," paparnya,

Saat ini sambung Rudy, yang terpenting adalah negeri ini bisa mewujudkan sebuah keinginan untuk membuat mobil Esemka sebagai karya kebanggaan anak bangsa.

"Syukur bisa menjadi mobil nasional ( mobnas ) dan minimal sebagai mobil rakyat yang terjangkau. Saya bangga bisa terlibat sejak awal, terkait kronologinya, tentang proses transfer knowledge atau transfer teknologi, saya ikut mewarnai," pungkasnya. 






(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id