BPBD Temanggung Minta Bantuan Helikopter Water Bombing

Budi Arista Romadhoni 13 September 2018 14:13 WIB
kebakaran lahan
BPBD Temanggung Minta Bantuan Helikopter Water Bombing
Pengendara sepeda motor melintas di perladangan berlatar belakang kebakaran hutan gunung Sumbing Desa Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/9). ANTARA FOTO/Anis Efizudin.
Temanggung: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Temanggung mengajukan permintaan bantuan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Permintaan bantuan tersebut untuk memadamkan  api di Gunung Sumbing dan Sindoro.

Kebakaran sudah menghanguskan sekitar 542 hektare di wilayah hutan lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. 

"Betul dikirim helikopter dari BNPB. Ini jam 12.30 sudah geser dari  jakarta, ke semarang dulu, kemudian baru ke Temanggung dan nanti kita koordinasikan dulu apakah posisi ini bisa beroperasi hari ini atau tidak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Gito Walngadi saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 13 September 2018. 


Gito menjelaskan, titik api yang berada di lokasi tidak mudah ditempuh. Selain rawan kecelakaan pesawat, lokasi tersebut juga susah ditempuh dengan perjalanan darat.

"Untuk medan memang sulit, kita nanti baru koordinasikan dengan tim helikopter. Helikopter yang dikirm waterboom yang kecil," jelas Gito. 

Gito kembali mengatakan, di Gunung Sumbing ada lima titik api, yaitu di petak 20-1 dan 27-2,  kemudian di Gunung Sindoro masih ada 2 titik api di petak 10-4 dan 10-2. 

"Sebenarnya di Gunung Sindoro tadi malam tidak muncul api lagi, ini baru jam 11 siang tadi muncul lagi," ungkap Gito.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id