Pendangkalan Pelabuhan Kartini Jepara Tiap Tahun Tinggi

Rhobi Shani 06 Juli 2018 12:48 WIB
kelautan
Pendangkalan Pelabuhan Kartini Jepara Tiap Tahun Tinggi
Dokumentasi kapal mengeruk dasar laut di sekitar Pelabuhan Kartini Jepara, Medcom.id - Rhobi Shani
Jepara: Dasar perairan di sekitar Pelabuhan Kartini, Jepara, Jawa Tengah, mendangkal. Pengerukan terakhir kali dilakukan pada dasar perairan yaitu tiga tahun lalu.

Pelabuhan Kartini merupakan satu-satunya pelabuhan penyeberangan penumpang menuju Kepulauan Karimunjawa. Tiga kapal melayani pengangkutan penumpang di pelabuhan tersebut yaitu KMP Siginjai, KMC Express Bahari 2 C, dan KMC Express Bahari.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Deni Hendarko, pendangkalan di perairan sekitar pelabuhan terjadi setiap tahun. Pendangkalan terjadi kurang lebih 25 centimeter per tahun. 


"Dulu pengerukan dilakukan setiap 10 tahun sekali. Tapi, sepertinya, harus dilakukan pengerukan setiap lima tahun sekali. Karena tingkat endapan tiap tahun tinggi," ujar Deni di Jepara, Jumat, 6 Juli 2018.

Anggaran pengerukan, lanjut Deni, biasanya berasal dari pemerintah pusat. Sebab dananya tidak sedikit.

Ia mengatakan pemerintah belum merencanakan pengerukan. Yang dikeruk, kata Deni, tidak hanya kolam sandaran kapal tapi juga keluar masuk kapal.

“Mudah-mudahan tahun 2020 ada anggarannya,” beber Deni.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Jepara, Suroto, menambahkan, kedalaman kolam sandar kapal di Pelabuhan Kartini yaitu 3,5 meter. Kondisi tersebut masih cukup aman untuk KMP Siginjai bersandar. Sebab garis kedangkalan KMP Siginjai hanya dua meter. 

“Batas maksimal pelabuhan Kartini ini untuk kapal 750 GT, sementara KMP Siginjai hanya 616 GT,” terang Suroto.

Suroto mengatakan pendangkalan di Pelabuhan Kartini akibat aktivitas reklamasi pantai. Sebab, endapan lumpur dari sungai yang semestinya mengalir ke tepi pantai langsung menuju pelabuhan.

"Dampaknya (reklamasi, red) tidak hanya pendangkalan, tapi juga sampah,” pungkas Suroto.



(RRN)