BPBD Jateng Pastikan Kirim Relawan Berkualitas ke Lombok
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana. Medcom.id/ Pythag Kurniati.
Boyolali: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana meminta agar para relawan yang diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki kualitas. Sarwa tidak ingin anggota yang dikirim malah menambah beban masyarakat.

"Jangan sampai relawan yang dikirim tidak memiliki kapasitas. Justru akan merepotkan," kata Sarwa Pramana di Lanud Adi Soemarmo, Jawa Tengah, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Sarwa menjelaskan, instansi dan pihak pengirim harus memastikan bahwa relawan benar-benar menguasai bidangnya. Contohnya tim medis, tim evakuasi, dapur umum maupun ahli psikologi untuk menyembuhkan trauma para korban.


Hingga saat ini, kata Sarwa, ratusan relawan telah dikirim dari Jawa Tengah ke lokasi bencana. Hari ini pun, lanjutnya, sejumlah komunitas di Jateng kembali mengirimkan sekitar 40 relawan.

"Totalnya banyak, Jateng sudah berbagai lapisan (yang dikirim), BPBD, rumah sakit, perguruan tinggi, PMI dari daerah juga mengirim," ungkap Sarwa.

Sarwa memastikan pengiriman relawan dan bantuan akan terus mengalir. Lebih-lebih mengingat gempa susulan masih terjadi di Lombok. Sehingga korban pun terus bertambah.

"Karena kondisi gempa susul menyusul sehingga kejadian kemarin 6,2 Skala Richter tambah korban juga. Jadi saudara kita di Lombok, NTB masih sangat membutuhkan bantuan," pungkas Sarwa.

Hingga saat ini korban meninggal akibat gempa di Lombok terus bertambah. Saat ini jumlah korban jiwa yang tercatat setelah adanya evakuasi lanjutan hingga Jumat, 10 Agustus 2018, mencapai 321 orang.
 
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan korban jiwa tersebut berasal dari beberapa wilayah di NTB.
 
Sutopo menyebutkan, tercatat 321 orang meninggal dunia dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang. Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi.



(DEN)