Mendagri Tjahjo Kumolo saat menjadi pembicara seminar di Unissula. Foto: Dok.
Mendagri Tjahjo Kumolo saat menjadi pembicara seminar di Unissula. Foto: Dok. (Pelangi Karismakristi)

Mendagri Berbagi Kiat Sukses pada Mahasiswa Unissula

Berita Kemendagri
Pelangi Karismakristi • 28 Mei 2018 13:20
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah sukses berkecimpung di kancah politik selama puluhan tahun. Capaiannya kini tak semudah hanya membalikkan telapak tangan, ia telah melewati banyak dinamika. 
 
Hal tersebut dipaparkan Tjahjo saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang  (Unissula), pada Jumat 25 Mei 2018. Di hadapan para mahasiswa Unissula, dirinya berbagai pengalaman, kunci dan kiat suksesnya menjalani kehidupan.
 
Tjahjo mengatakan, dalam menjalani kehidupan, kuncinya hanya satu yakni selalu bersyukur dan tetap ingat pada Allah. Sebab selama hidup, tentu ada riak dan juga tantangan yang harus dihadapi. " Misalnya menjadi pemangku kebijakan. Tentu banyak permasalahan yang harus dicarikan solusinya. Dan, itu tak gampang," jelas Tjahjo dalam keterangan tertulisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mencontohkan seorang pemimpin, baik instansi, daerah, kementerian atau bahkan pemimpin negara. Indonesia merupakan bangsa besar, sehingga masalah yang dihadapi pun begitu kompleks. Ini membutuuhkan komitmen, tekad serta ikhtiar yang tiada henti.
 
"Ya kita mengalami  sebuah kompleksitas mulai permasalahan kita, keluarga kita, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara, itu betapa kompleksnya. Kuncinya menyerahkan kepada Allah tapi juga harus dibarengi dengan  upaya kita, selalu  berusaha (berikhtiar)," katanya.
 
Sedangkan yang menjadi polisi, contohnya, tak hanya sekedar mengurusi masalah keamanan atau penegakan hukum. Begitu pula jika menjadi walikota dan bupati. Tugas utama seorang pemimpin adalah menggerakkan dan mengorganisir masyatakat, maka seberat apapun tugas harus dijalani dengan ikhlas.
 
"Kalau kita enggak semeleh ya repot. Saya karena semeleh ini lah Alhamdulillah saya sudah memecahkan rekor MURI saya lolos enam  periode jadi anggota DPR. Mulai 1986 sebagai anggota DPR sebagai pengemban misi sospol ABRI sampai jadi Ketua KNPI, sampai jadi Sekjen partai, Ketua Fraksi dan sekarang dipercaya Pak Jokowi sebagai Mendagri. Kuncinya kita harus kerja harus menyerahkan diri kepada Allah,  kepada kita yakini dan dukungan keluarga itu penting," tuturnya. 
 
Tjahjo pun merasa bersyukur di usianya yang kini telah mencapai 60 tahun, masih bisa berkontribusi pada bangsa dan negara. Salah satu kunci suksesnya adalah dukungan keluarga dan juga ajaran agama yang melekat kuat padanya. 
 
Ia mengaku bahwa ajaran agama menjadi salah satu pegangan dalam melangkah dan bertindak. Pasrah, ikhlas dan berikhtiar serta selalu ingat serta meminta pertolonhan Tuhan YME.
 
""Saya kalau pas lagi sendiri lagi santai saya pasti terus berdoa Allah bersamaku, Allah membimbingku,  Allah menolongku. Ya Allah aku ingin sukses, aku yakin dapat sukses berkat bimbingan dan pertolonganMu ya Allah, langsung masuk alfatihah. Itu terus mau tidur, bangun tidur, kalau dimobil ucapkan itu. Dan saya bersyukur sampai 30 tahun berkiprah lolos enggak ada masalah- masalah hukum yang ada di DPR sampai sekarang ini," ucap dia.
 
Selain itu, Tjahjo juga mengingatkan para mahasiswa agar selalu menghormati orang tua. Sebab doa dari orang tua, sambung Tjahjo, bisa membawa kesuksesan bagi anaknya. "Didikan orang tua penting, tolong adik-adik, Anda harus berterima kasih pada orang tua Anda yang mampu menyekolahkan ke sini," tukasnya.
 
Tak kalah pentingnya lagi, pemuda menurut Tjahjo, harus memuiliki impian, imajinasi, gagasan dan konsepsi. Seperti yang dikatakan Bung Karno, bahwa dengan impian dan imajinasi pasti punya konsepsi. Sedangkan dengan konsepsi dan gagasan, dia harus bisa melaksanakan apa yang dipikirkan dan diimajinasikan.
 
"Setiap orang, setiap zaman ada tantangan, ada masalah. Dulu Bung Karno sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk membangun aparatur pemerintahan kedepan, maka beliau bentuk IPDN. Ini sekolah calon- calon aparatur pemerintah. Bung karno membentuk Lemhanas, agar seluruh pimpinandi eselon I itu punya pola pikir komperhensif, integral termasuk kepolisian, sipil, kumpul dulu agar punya wawasan yang utuh yang sama. Dipersiapkan dengan baik," jelasnya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif